ADVERTISEMENT

Laporkan Kaesang-Gibran ke KPK, Ubedillah Dapat Ancaman dan Teror?

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 20:00 WIB
Ubedillah Badrun
Ubedillah Badrun (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke KPK terkait dugaan KKN. Atas hal tersebut, Ubedilah mengaku mendapat telepon tidak dikenal.

"Sejauh ini memang ada telepon yang semalam tidak saya terima. Mudah-mudahan itu bukan dari suatu bentuk teror, meskipun saya tidak biasa ditelepon malam-malam," kata Ubedillah, Sabtu (15/1/2022).

Selain itu, dia mengaku mendapat banyak perundungan di media sosial. Namun dia tidak terlalu menghiraukan hal tersebut.

"Di medsos yang paling banyak. Tapi saya kira saya bisa membedakan kritik yang dia fokus pada isu dan laporan yang saya sampaikan dengan yang bersifat lain, bully. Saya kira saya nggak meladeni mereka, mungkin mereka mem-bully saya di medsos mungkin mereka tidak tahu," ujarnya.

Sebelum melaporkan Kaesang-Gibran, Ubedillah menyadari resiko adanya hal tersebut. Namun dia menilai laporan tersebut didasarkan demi kepentingan publik.

"Jadi risiko kemungkinan itu sudah saya pikirkan juga. Ini langkah yang sangat sensitif, krusial, menyangkut keluarga Istana, pasti ada risiko yang saya hadapi," kata dia.

"Tetapi karena saya berniat baik, berniat untuk kepentingan bangsa yang lebih baik ke depan, menghadirkan good government," imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini relawan JoMan juga resmi melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah Badrun dilaporkan atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP. Dengan bunyinya 'barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun'," kata Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Laporan itu kini telah terdaftar di Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022.

(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT