ADVERTISEMENT

Meski Gibran Merasa Tak Perlu Lapor Balik Ubedillah, JoMan 'Jalan Terus'

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 12:38 WIB
JoMan resmi polisikan Ubedillah Badrun soal dugaan fitnah ke Gibran dan Kaesang
JoMan resmi mempolisikan Ubedillah Badrun soal dugaan fitnah ke Gibran dan Kaesang. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Gibran Rakabuming Raka meminta Jokowi Mania (JoMan) tak melaporkan balik dosen UNJ Ubedillah Badrun atas dugaan fitnah dirinya dan Kaesang Pangarep. Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer menyebut pernyataan Gibran hanyalah sebuah rasa kasihan. Jadi JoMan jalan terus mempolisikan Ubedillah.

"Soal pernyataan Mas Gibran tak usah dilaporin balik, saya rasa itu bentuk rasa kasihan Mas Gibran ke Ubedillah Badrun," kata Immanuel kepada detikcom, Sabtu (15/1/2022).

Immanuel atau Noel mengatakan Gibran merespons hal itu sama halnya dengan sang Bapak, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut Gibran memiliki sifat sabar yang sama seperti Jokowi.

"Yang sama seperti bapaknya, yaitu Presiden Jokowi, yang selalu dihina di depan publik tetapi meresponsnya dengan kesabaran," katanya.

Selanjutnya, Noel menegaskan laporannya ke Polda Metro Jaya itu tetap dilanjutkan. Dia tak mempermasalahkan ucapan Gibran karena hanya dianggap sebatas imbauan.

"Tapi sekali lagi, kita sebagai warga negara tetap memiliki hak konstitusi yang sama di muka hukum. Pernyataan Mas Gibran hanya imbauan, bukan perintah, jadi menurut pandangan kami tidak masalah," ujarnya.

Lebih jauh Noel menyebut Ubedillah harus dibalas melalui jalur hukum. Dia menegaskan kembali bahwa yang dilakukan Ubedillah adalah kebohongan.

"Model Ubedillah kalau tidak ditindak secara hukum, akan lahir model Ubed-Ubed yang lain dengan model berbeda-beda tapi satu tujuan. Soal pemberantasan korupsi kita satu perjuangan, tetapi kalau soal penyampaian berita bohong, itu soal lain," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi rencana relawan Jokowi Mania (JoMan) melaporkan balik dosen UNJ Ubedillah Badrun. Gibran justru meminta JoMan mengurungkan niatnya.

"Tekne wae (biarkan saja). (Ubedillah Badrun) lapor tidak ada buktinya kok, tidak usah laporkan balik. Saya tidak merasa tercemar," kata Gibran di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, Banjarsari, Solo, Jumat (14/1).

Menurutnya, lebih baik fokus bekerja daripada mengurusi pelaporan tersebut. Gibran juga menegaskan tidak menyiapkan langkah hukum untuk melawan Ubedillah Badrun.

"Fokus nyambut gawe (fokus bekerja), tidak menyiapkan langkah selanjutnya, koyo ra duwe gawean wae (seperti nggak punya kerjaan saja), sibuk," ujar dia.

Ubedillah Dilaporkan ke Polda

Untuk diketahui, relawan JoMan resmi melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah Badrun dilaporkan atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP. Dengan bunyinya 'barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun'," kata Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1).

Laporan itu kini telah terdaftar di Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022.

Laporan kepada Ubedillah Badrun itu merujuk pada saat dosen UNJ itu melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK. JoMan menilai laporan dari Ubedillah Badrun hanya hoaks semata.

"Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," katanya.

(azh/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT