Tasyakuran Sewindu UU Desa, Mendes: Percaya Desa, Desa Bisa

ADVERTISEMENT

Tasyakuran Sewindu UU Desa, Mendes: Percaya Desa, Desa Bisa

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 18:38 WIB
Sukabumi -

Acara tasyakuran Sewindu UU Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) telah usai digelar. Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyebut acara yang digelar di Kampung Adat Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi itu berjalan dengan lancar.

Rangkaian acara mulai dari Jumat (14/1) hingga hari ini itu ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada Ketua Adat Kasepuhan Abah Ugi Sugriana Rakasiwi.

"Alhamdulillah saya bersyukur seluruh rangkaian kegiatan selametan desa dalam rangka sewindu undang-undang desa berjalan dengan lancar dan sukses. mudah-mudahan gelora terkait dengan percepatan pembangunan desa yang kita angkat temanya hari ini 'Percaya Desa, Desa Bisa' semakin menggelora di desa dan semakin meningkatkan percaya diri," kata pria yang akrab disapa Gus Halim itu kepada awak media, Sabtu (15/1/2021).

Sebelumnya, ia sempat membuat paparan di hadapan sejumlah tamu undangan, para pemangku adat berikut warga Desa Sirnaresmi. Halim meyakini penanganan kemiskinan ekstrem di desa akan tuntas hingga 0 persen pada 2024. Kuncinya data mengenai warga miskin, by name by address, telah terhimpun dengan akurat serta komitmen dari pendamping desa.

"Algoritma kreasi Kementerian Desa PDTT telah menyediakan daftar warga miskin ekstrem, rencana aksi kegiatan sesuai kebutuhan tiap warga miskin, hingga monitoring pemenuhannya pada setiap warga," ucap Abdul Halim Iskandar pada puncak Peringatan Selamatan Sewindu Undang-Undang Desa (2014-2022) di Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Sabtu (15/1/2022).

Dia mengungkapkan saat ini tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dihimpun dalam kerangka kerja yang dinamai SDGs Desa, kependekan dari Sustainable Development Goals Desa. Sasaran pertamanya desa tanpa kemiskinan. Wajar bila upaya mereduksi dan mengentaskan kemiskinan di desa menjadi prioritas Kemendes PDTT karena saat ini jumlah warga miskin cenderung meningkat seiring datangnya pandemi COVID-19.

"Inilah yang disediakan SDGs Desa. Bahkan, 67 jenis kebutuhan warga miskin dan 19 jenis kebutuhan keluarga miskin telah terdeteksi. Ini dapat diakumulasi ke level kabupaten/kota, provinsi, dan nasional," urainya.

Dia menegaskan kesiapan data mikro hingga by name by address menjadi kunci dalam mencapai berbagai indikator yang ditetapkan dalam SDGs Desa. Pun dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Kemendes PDTT pun menyiapkan tujuh tahapan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di level desa.

"Kami telah matangkan tujuh tahapan penanganan kemiskinan ekstrem di desa. Dari pemetaan awal data SDGs Desa, penyusunan peta warga miskin ekstrem per kabupaten, penyusunan rencana anggaran dan pemangku kepentingan, konsolidasi data dan lapangan, penyusunan rencana aksi dan tahapan kerja, implementasi penanganan warga miskin ekstrem, hingga monitoring berkelanjutan untuk memastikan kemiskinan ekstrem tidak muncul kembali," urainya.

Terkait rencana aksi penuntasan kemiskinan ekstrem, lanjutnya, terdiri dari beberapa langkah. Di antaranya pengurangan pengeluaran, peningkatan pendapatan, pembangunan kewilayahan, pendampingan desa serta kelembagaan.

"Strategi penuntasan kantong kemiskinan di tiap desa dan kabupaten juga dilaksanakan dengan cara sekali-selesai dalam batas waktu yang ditentukan," katanya.

Halim juga mengatakan pendamping desa mempunyai peran strategis dalam upaya penuntasan kemiskinan ekstrem ini. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam implementasi rencana aksi di level desa. Para pendamping desa harus memastikan warga miskin ekstrem di desa-desa dampingannya tertangani 100 persen dalam aktivitas pembangunan, baik dari dana desa, APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, maupun APBN.

"Berdasarkan data desa yang dikumpulkan sendiri oleh relawan desa, didampingi tenaga pendamping profesional, saya yakin penanganan kemiskinan ekstrem di desa, akan tuntas, tepat seperti ditargetkan Bapak Presiden Joko Widodo pada 2024 itu 0 persen kemiskinan ekstrem di desa," katanya dengan yakin.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT