Cerita Lansia Sudah Nunggu 1,5 Jam tapi Gagal Dapat Vaksinasi Booster

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 19:51 WIB
Suasana antrean vaksinasi booster di Jakarta (Mulia Budi-detikcom)
Suasana antrean vaksinasi booster di Jakarta. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Vaksinasi Corona atau COVID-19 dosis ketiga atau booster telah dimulai. Warga lanjut usia (lansia) yang diprioritaskan pun rela menunggu demi mendapat vaksinasi ketiga.

Salah satu warga, Cynthia (72), mengatakan dirinya sudah menunggu 2,5 jam untuk mendapat giliran disuntik vaksin COVID ketiga. Dia mengaku tak masalah harus menunggu untuk vaksinasi booster.

"Saya datang tadi petugas belum ada ya kita nunggu. Nggak nyesal, senang sih walaupun menunggu," ujar Cynthia di lokasi vaksinasi, Gedung Sarana Square, Jakarta Selatan, Jumat (14/1/2022).

Warga lainnya, Margrita (64), mengaku sudah mengantre 1,5 jam. Namun, dia harus pulang tanpa mendapat vaksinasi Corona booster.

"Belum apa belum dapat nomor tapi saya sudah mengajukan bahwa saya sudah punya e-ticket PeduliLindungi, tetap mereka bilang harus daftar harus ambil nomor," ujar Margrita.

Margrita menyayangkan nomor pendaftaran dosis vaksinasi booster dan dosis satu-dua yang tak dipisah. Dia berharap antrean untuk vaksinasi booster dan vaksinasi satu-dua dipisah.

"Saran saya mestinya jangan dicampur gini kalau mau satu dua ya dipisahkan nomornya jadi ketahuan booster tuh yang udah dapat. Misalnya dikasih apa booster untuk 50 orang jadi satu sampai 50 orang ya kelihatan, tapi ini nomor biasa dicampur nggak tahu dia booster nggak tahu dia vaksin dua, dibilang nomornya udah habis," jelasnya.

Margrita mengatakan dirinya sudah memiliki e-ticket PeduliLindungi untuk vaksinasi booster. Namun dia kehabisan nomor pendaftaran sehingga tidak bisa divaksinasi.

Vaksinasi Corona di Gedung Sarana Square ini terbuka bagi warga yang ingin mendapat suntikan dosis pertama, kedua, ataupun ketiga. Penyelenggara menyiapkan 100 dosis vaksin untuk vaksinasi booster.

"Kita kuota saja pakai kuota saja kalau yang booster itu 100, kita gabung saja dosis satu sama dua itu 100," ujar petugas Puskesmas Tebet, Tina.

(haf/haf)