Vaksin Booster di Krukut Diprioritaskan untuk Lansia, Pakai Pfizer

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 15:55 WIB
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meninjau pemberian vaksinasi COVID 19 di RPTRA Amir Hamzah, Jakarta, Rabu(29/9/21). Kegiatan bakti sosial dan mobil vaksin door to door untuk masyarakat umum dengan jenis vaksin sinovac, astrazeneca dan modena dengan penerapan protokol kesehatan untuk mempercepat target vaksinasi pemerintah guna menciptakan kekebalan kelompok.
Ilustrasi Vaksinasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, menyediakan vaksin booster untuk warganya. Nantinya, vaksin booster tersebut diprioritaskan bagi para lansia.

"Mulainya (vaksin booster) kita Rabu. Kan launching hari Rabu, kita dekatkan di RW 02 di dekat posko pasar situ. Nah, mulai hari Kamis hingga hari ini, kita bukanya di dekat kantor lurah. Untuk dijangkau lebih luas oleh warga. Prioritas untuk kelompok rentan sama lansia," ujar Lurah Krukut Ilham Nurkarin saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Diketahui terdapat satu RW di kelurahan Krukut yang menerapkan micro-lockdown, tepatnya RW 02. Bagi warga tersebut yang hendak mengikuti vaksin booster diwajibkan untuk melakukan swab test antigen terlebih dulu.

"Kuota harian 300, itu vaksinnya Pfizer karena untuk jangkau Sinovac. Sinovac kan kombinasinya sama Pfizer tuh," jelas Ilham.

"Untuk tiga hari ini (total divaksinasi sekitar) 250 orang," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menargetkan 8 juta warga Ibu Kota disuntik vaksin booster. Mereka yang menjadi target prioritas adalah lansia dan warga yang memiliki komorbid.

"Memang pertama ditunjukkan kepada usia 18 tahun ke atas dengan prioritas untuk lansia dan warga dengan komorbid. Kalau kita hitung, usia 18 (tahun) ke atas DKI kan banyak, 8 jutaan," kata Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/1).

Widyastuti menuturkan pihaknya belum mendapat alokasi vaksin khusus booster dari Kemenkes. Jadi pemberian booster akan menggunakan vaksin yang telah tersedia di fasilitas kesehatan (faskes) saat ini dengan penyesuaian dosis.

"Jadi hari pertama ini, kita memanfaatkan vaksin yang sudah ada di fasilitas pemerintah, terutama difokuskan ke puskesmas dulu sambil kita terus berproses," pungkasnya.

Widyastuti menyampaikan, selain puskesmas, vaksinasi booster ini diselenggarakan di semua fasilitas kesehatan di Jakarta. Misalnya di gerai vaksinasi yang diselenggarakan TNI-Polri.

"Termasuk TNI, Polri, kolaborator kita akan laksanakan," ujarnya.

(ain/isa)