ADVERTISEMENT

Polisi: Penangkapan Ardhito Pramono-Fico Fachriza Tak Saling Terkait

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 18:25 WIB
Kasus prostitusi Cassandra Angelie oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.
Foto: Pool/Palevi S/detikFoto
Jakarta -

Polda Metro Jaya buka suara soal maraknya artis yang ditangkap terkait kasus narkoba awal tahun ini. Polisi membantah ada kaitan dari penangkapan para artis tersebut.

"Pengungkapan ini dari para tersangka ada memiliki keterkaitan, ada yang kemarin sempat memiliki keterkaitan seperti Jeff Smith dengan Naufal Samudera memesan melalui orang yang sama. Tapi yang lain berbeda dan jenis narkotikanya berbeda-beda. Ada yang sabu, ganja dan tembakau sintetis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Awal tahun ini setidaknya ada empat artis yang ditangkap narkoba selain Fico Fachriza. Keempat artis itu mulai dari Naufal Samudra pada Jumat (7/1).

Namun, di kasus Naufal Samudra polisi tidak menemukan barang bukti narkotika di lokasi. Hasil urine bintang sinetron itu negatif sehingga Naufal Samudra hanya berstatus saksi.

Sehari berselang dari penangkapan Naufal, polisi menangkap penyanyi dangdut Velline Chu ditangkap pada Sabtu (8/1). Dia ditangkap bersama suaminya.

Empat hari kemudian polisi menangkap aktor sekaligus musisi Ardhito Pramono pada Rabu (12/1). Zulpan menyebut pihaknya tidak pernah menargetkan kelompok tertentu dalam melakukan penindakan kasus narkoba.

"Dalam hal ini penegakan hukum yang dilakukan Polda Metro Jaya tidak menyasar pada kalangan tertentu. Tapi pada semua masyarakat yang melakukan pelanggaran hukum dalam hal ini penyalahgunaan pemakaian narkotika," ujar Zulpan.

Dia menambahkan, pihaknya pun membantah memiliki daftar nama-nama artis yang telah diincar untuk dilakukan penangkapan terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

"Kita tidak memiliki daftar list seperti yang disampaikan seperti itu," ujar Zulpan.

Dalam kasus narkotika Fico Fachriza yang dirilis Polda Metro Jaya hari ini diketahui komika itu telah mengkonsumsi barang haram itu sejak tahun 2016. Fico Fachriza membeli narkotika dari transaksi media sosial.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander mengatakan tersangka Fico Fachriza membeli barang haram dari satu orang pengedar. Identitas pengedar itu telah dikantongi penyidik.

Dia menambahkan, barang tembakau sintetis seberat 1,45 gram yang dibeli Fico Fachriza seharga Rp 300 ribu.

"Jadi dia memesan pada satu orang ini saja di medaos kemudian beli seharga Rp 300 ribu," jelas Donny.

Polisi telah menangkap Fico Fachriza terkait kasus narkoba. Alasan komika mengkonsumsi barang haram itu pun terungkap.

"Pelaku beli tembakau sintetis ini melalui media sosial. Kemudian mengkonsumsi sendiri dengan alasan yang bersangkutan sulit untuk tidur. Jadi untuk membantunya agar mudah tidur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan.

(ygs/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT