Bayi Kembar Siam Dua Kepala Satu Tubuh Lahir di Palembang

Prima Syahbana - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 15:56 WIB
Proses persalinan bayi kembar siam di RS Palembang
Proses persalinan bayi kembar siam di RS Palembang. (Dok. Istimewa)
Palembang -

Bayi kembar siam dengan kondisi satu badan dua kepala lahir dengan kondisi sehat di RSMH Palembang, hari ini. Kedua bayi itu kondisinya stabil.

"Iya, benar. Operasi kelahiran bayi kembar siam tersebut dilakukan tadi pagi, dipimpin dokter Abarham Martadiansyah," kata Humas RSMH Palembang, Suhaimi, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (14/1/2022).

Suhaimi mengatakan ayah dari bayi tersebut seorang pria berusia 26 tahun. Namun identitas ibu dari bayi tersebut pihaknya belum bisa menjelaskan karena, menurutnya, pihak keluarga lebih ke menjaga privasi.

"Kalau dari keluarga, ayah bayi mengatakan namanya inisial ER usia 26 tahun, tapi untuk jelasnya ibu dan bayinya kita tidak bisa memberikan lebih detail karena itu merupakan hak pasien," ungkap Suhaimi.

Dokter Abarham menjelaskan operasi kembar siam ini merupakan yang pertama kalinya pada 2022. Informasi adanya kehamilan kembar siam ini sudah diketahui sejak usia kandungan pasien berada di usai 16 minggu, bayi itu dilahirkan dalam usia kandungan 38 bulan.

"Pada hari ini di usia kandung usia 38 minggu kita lahirkan secara caesar. Jadi kembar siam itu dari awal usia kehamilan 16 minggu sudah terdiagnosis. Dia terdiagnosis ada dua kepala, sedangkan tulang belakangnya menyatu sampai setinggi dadanya," katanya.

"Sedangkan dari tulang belakang dada sampai ke bawah itu seperti satu bayi yang normal, jadi dia punya dua kaki, dua tangan, satu jantung, satu hati, dua ginjal, dan satu tulang kencing.

Pascaoperasi tersebut, sambungnya, kondisi sang ibu dalam keadaan sehat dan dirawat seperti biasa. Sedangkan sang bayi, meski kondisinya pun dinyatakan stabil, dia harus dirawat secara intensif untuk memastikan semua organ tubuh berfungsi dengan normal dan mampu bertahan hidup.

"Ibu bayi kondisinya baik, akan dirawat seperti biasa, dia dioperasi secara khusus dari yang biasa melintang ini dioperasi ke atas dari arah pusar. Untuk bayinya sendiri kondisinya stabil dan saat ini dirawat secara intensif di ruangan khusus, trauma diperiksa organ-organnya dan akan dilakukan penilaian apakah dengan organ yang ada itu bisa menghidupi kedua janin tersebut," jelasnya.

(mud/mud)