Buruh Demo di DPR, Lalin Jalan Gatot Subroto Arah Grogol Macet Parah

M Hanafi Aryan, Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 11:26 WIB
Massa buruh yang berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR telah memuhi badan jalan. Akibatnya, kondisi lalu lintas menuju Grogol macet panjang. (M Hanafi A/detikcom)
Foto: Massa buruh yang berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR telah memuhi badan jalan. Akibatnya, kondisi lalu lintas menuju Grogol macet panjang. (M Hanafi A/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh yang berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR telah memuhi badan jalan. Akibatnya, kondisi lalu lintas menuju Grogol macet panjang.

Pantauan detikcom, Jumat (14/1/2022), tampak massa buruh mengisi 3 lajur Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Hanya tersisa 1 lajur yang bisa dilintasi di jalan depan gedung DPR/MPR tersebut.

Tampak ada dua baris kendaraan di jalan arteri yang lajunya tertahan karena jalan tertutup massa aksi. Mereka harus antre melewati 1 lajur jalan yang tersisa.

Polisi berusaha mengurai panjangnya kemacetan dengan mengarahkan kendaraan ke jalur TransJakarta (busway). Setiap sepeda motor dan mobil diarahkan melintas di busway.

Massa buruh yang berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR telah memuhi badan jalan. Akibatnya, kondisi lalu lintas menuju Grogol macet panjang. (M Hanafi A/detikcom)Massa buruh yang berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR telah memuhi badan jalan. Akibatnya, kondisi lalu lintas menuju Grogol macet panjang. (M Hanafi A/detikcom)

Pengalihan arus kendaraan ke busway itu sudah dilakukan per pukul 10.53 WIB. Tampak polisi dibantu petugas TransJakarta untuk mengarahkan kendaraan ke busway.

Kondisi ini memicu terjadinya kemacetan panjang. Pantauan dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO) gedung DPR/MPR, tampak terjadi kemacetan panjang.

Per pukul 11.07 WIB, polisi juga menutup exit tol Senayan.

Sementara itu, massa buruh masih terus berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR. Dikabarkan massa buruh akan terus berdemonstrasi hingga siang nanti.

Dalam demo kali, massa buruh menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Orator juga menyatakan akan mengajak masyarakat untuk tidak mendukung partai politik yang mendukung UU Cipta Kerja.

(jbr/haf)