Warga Asahan Terserang Gatal-gatal Gegara Air Sungai Diduga Tercemar

Perdana Ramadhan - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 16:34 WIB
Warga di Asahan mengalami gatal-gatal menggunakan air sungai tercemar
Warga di Asahan mengalami gatal-gatal menggunakan air sungai tercemar. (Perdana Ramadhan/detikcom)
Asahan -

Puluhan warga desa di Asahan Sumatera Utara (Sumut) terserang gatal-gatal diduga akibat air sungai tercemar. Warga pun berinisiatif memasang plang larangan agar tidak menggunakan air sungai untuk mandi cuci kakus (MCK).

Kondisi tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Aliran sungai pematang yang diduga tercemar limbah ini dilintasi tiga desa di antaranya Pematang Sei Baru, Silo Baru, dan Lubuk Palas.

"Kami pikir penyakit gatal biasa. Lama-kelamaan makin banyak masyarakat yang mengeluh gatal-gatal terutama yang tinggal di pinggir sungai ini," kata Amin, warga desa Pematang Sei Baru, kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Meski air sungai diyakini warga telah tercemar, belum tampak tanda berubah warna air atau berbau pekat.

"Kalau tercemarnya disebabkan limbah atau apa kami belum tau. Karena air tak berubah warna. Tapi setiap ada orang yang mandi-mandi di sini pasti langsung gatal-gatal. Makanya dipasang plang supaya diketahui masyarakat jangan digunakan ini sungainya," ujarnya.

Banyaknya keluhan penyakit gatal-gatal dibenarkan oleh Suriana, petugas Puskesmas pembantu desa setempat. Menurutnya sepekan terakhir memang banyak warga datang mengeluhkan penyakit alergi pada kulit.

"Penyakit ini memang menular. Jadi kalau sudah ada anggota keluarga yang terkena bisa kena ke yang lain," ujarnya.

Dalam kondisi ini, kata Suriana, biasanya pasien diberi obat gatal berupa tablet maupun salep dan digunakan secara terus-menerus.

"Bisa sembuh kalau rutin dikasi obatnya tapi kalau kena lagi bisa kumat dia. Kalau anak anak itu bisa demam, paling parah bisa bernanah," terangnya.

Muhammad Yamin, kepala Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Pematang Sei Baru, mengaku telah melaporkan kejadian ini ke aparat pemerintah desa untuk diteruskan ke kecamatan hingga kabupaten.

"Kami harap ada penanganan lah. Ini penyebab gatal-gatal apakah karena limbah air sungai atau apa kita kan nggak ngerti. Karena makin banyak laporan masyarakat yang kena alergi kulit ini terutama orang tua dan anak anak," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asahan Agus Jaka Putra Ginting mengaku sudah mengetahui informasi tersebut.

"Kita akan cek kondisinya ke sana," kata Jaka.

(mud/mud)