Anggarkan Rp 2,7 T, Perbaikan 450 Km Jalan di Sumut Ditarget Selesai 2023

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 20:33 WIB
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Bambang Pardede (kiri/buka masker) (Ahmad Arfah/detikcom)
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Bambang Pardede (kiri/buka masker) (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menganggarkan Rp 2,7 triliun untuk perbaikan 450 km jalan. Perbaikan jalan ini ditargetkan selesai pada 2023.

"Pembangunan jalan dan jembatan mendukung strategis daerah di Provinsi Sumut Rp 2,7 triliun," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Bambang Pardede, kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Bambang mengatakan seluruh jalan yang rusak ringan dan rusak berat di Sumut berjumlah 750 km. Artinya, belum seluruh jalan di Sumut yang akan diperbaiki dengan anggaran Rp 2,7 triliun ini.

"Hitungan kami angkanya sangat besar, lebih dari Rp 5 triliun untuk memperbaiki seluruh jalan di Sumut," ujarnya.

Bambang mengatakan banyaknya jalan rusak ini karena jalan dengan status provinsi di Sumut memang yang paling panjang di seluruh Indonesia. Jalan provinsi di Sumut ini memiliki panjang 3.005,65 km.

"Bahkan di Sumatera Barat, jalan provinsinya tidak sampai setengah dari jalan Sumut," ucap Pardede.

Pembangunan jalan itu akan dilakukan melalui skema pendanaan multiyears atau tahun jamak serta dengan metode rancang dan bangun (design-build). Dengan menggunakan skema dan metode tersebut, kata Bambang, pembangunan bisa lebih cepat selesai.

"Juga efisiensi dalam proses pengadaan (dilakukan satu kali) dan waktu pelaksanaan yang simultan dan paralel sehingga efektif dan ekonomis dari segi waktu dan biaya," tuturnya.

Bambang menyebutkan, jika menggunakan skema konvensional, pembangunan jalan tidak akan pernah selesai atau tercapai. Masyarakat pun tidak akan pernah menikmati jalan yang berkualitas.

"Percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan melalui skema multiyears adalah untuk mendukung akses konektivitas jalan provinsi menuju kawasan pariwisata, sentra produksi, akses perkotaan dan daerah tertinggal, sehingga diharapkan dapat memajukan perekonomian di Provinsi Sumatera Utara," jelasnya.

(afb/jbr)