Erick Thohir Bicara Ekosistem Pariwisata Basis Digital di CXO Mediaverse

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 19:49 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Founder & CEO of CXO Media Putri Tanjung (kanan)
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Founder & CEO of CXO Media Putri Tanjung (kanan) (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong ekosistem pariwisata berbasis digital di Indonesia terutama bagi anak muda. Menurut Erick, hal itu sejalan dengan visi CXO Media milik Putri Tanjung yang mendukung ide-ide kreatif untuk generasi muda.

Hal itu disampaikan Erick dalam acara konferensi pers CXO Mediaverse di CXO Media Office, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (12/1/2022). Dalam Acara ini turut hadir Founder & CEO of CXO Media Putri Tanjung, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, dan Editor in Chief of CXO Media Iyas Lawrence.

"Ekosistem ini yang kita dorong. Bagaimana ekosistem ini bisa mendukung tadi ide-ide kreatif atau anak-anak muda Indonesia untuk bisa berkarya karena ini momentum penting. Kalau kita lihat mayoritas penduduk Indonesia di tahun 2024 sampai 2034 itu mayoritas nanti di bawah 40 tahun, artinya market-nya cukup besar tentu mereka yang menciptakan trendsetter," kata Erick.

Erick mengatakan Korea Selatan kini sukses mendorong pop culture lewat KPop ke kancah internasional. Kata Erick, Indonesia pun bisa mencontoh Negeri Ginseng melalui pembangunan ekosistem.

"Contoh Korea, Korea itu negara baru yang membangun ekosistem pop culture-nya, sebenarnya jauh tertinggal dengan Jepang dengan Amerika tetapi buktinya mereka 10 tahun terakhir berhasil," kata Erick.

"Itulah yang kita lihat sebagai Kementerian BUMN karena kita punya infrastruktur yang sangat besar ada Telkom Telkomsel ada BNI sebagai perbankan ada, termasuk pembangunan pariwisata pun, saya mau bicara Nusa Dua, Mandalika yang tempat motor segala," sambungnya.

Erick menyampaikan dewasa ini, generasi muda Indonesia berperilaku konsumtif. Pola pikir inilah, kata Erick, yang harusnya diubah agar generasi muda bisa menjadi generasi yang berperilaku produktif.

"Tetapi yang menjadi catatan besar selama ini kan generasi muda Indonesia Itu posisinya hanya konsumtif, bukan produktif. Nah ini yang mesti diubah pola pikirnya bagaimana justru generasi muda ini menjadi produktif saat bersamaan market-nya itu buat market Indonesia," ucap Erick.

(whn/maa)