Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Menko PMK Harap Vonis Beri Efek Jera

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 16:47 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyoroti kasus pemerkosaan 13 santriwati di Jawa Barat. Dia mengimbau masyarakat lebih waspada.

"Kejadian ini tidak bisa artinya bisa terjadi ke lembaga-lembaga tertentu, bisa terjadi dimana saja, kepada siapa saja termasuk lembaga pendidikan, karena itu kita harus betul-betul waspada tinggi terhadap kekerasan seksual dan kekerasan non seksual terhadap anak ini," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy di gedung Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).

Dia mengatakan kasus kekerasan seksual menjadi perhatian serius Presiden Jokowi. Kasus pemerkosaan 13 santriwati di Jawa Barat itu pun masuk perhatian tersebut.

"Dan ini merupakan menjadi perhatian yang sangat serius Bapak Presiden, karena bapak Presiden biasanya kalau isu itu tidak terlalu serius beliau melimpahkan kepada pembantu beliau," ucap Muhadjir.

"Kalau sudah Bapak Presiden sendiri yang memberikan pernyataan secara keras berarti ini memang persoalan yang sudah pada level yang sangat berat," tuturnya.



Lebih lanjut, Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah penanganan penegak hukum dalam kasus pemerkosaan 13 santriwati tersebut. Penegak hukum disebutnya telah menyerap aspirasi masyarakat.

"Jadi intinya dari kami mengapresiasi langkah-langkah yang cepat dan konkrit, yang dilakukan aparat penegak hukum dan secara profesional," kata Muhadjir.

"Saya kira penegak hukum telah juga telah menyerap aspirasi masyarakat dan yang terpenting adalah bagaimana supaya vonisnya bisa betul-betul memberikan efek jera," ujarnya.