Tak Terima Kisah Asmaranya Retak, Pria di Bali Bacok Kepala Pacar

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 14:23 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi Penganiayaan (Fuad Hashim/detikcom)
Badung -

Abdul Rahman Saleh (32) tega membacok kepala pacarnya, Fitria (41). Pelaku yang berprofesi sebagai driver ojek online (Ojol) murka kisah asmaranya yang sudah 4 tahun retak.

"Telah terjadi penganiayaan penebasan di Jalan Sadasari Gang Jepun, depan kamar kos, Kuta, Badung," kata Kapolsek Kuta Kompol Orpa SM Takalapeta dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Rabu (12/1/2022).

Orpa mengatakan korban dan pelaku awalnya kenal melalui media sosial (medsos) Facebook dan hingga kini sudah berpacaran selama 4 tahun.

Namun kisah asmara mereka mulai renggang sejak November 2021 ketika korban Fitria balik ke Bali dari kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim). Sejak itu mereka sudah tidak lagi tinggal sekamar.

Sebelum kejadian pembacokan, pelaku dan korban Fitria beberapa kali sempat cekcok. Karena itu, korban Fitria memutuskan indekos sendiri dan tidak lagi bersama pelaku.

"Korban Fitria memutuskan untuk indekos sendiri di daerah Nyang-nyang Sari. Pelaku juga menambahkan bahwa Fitria pernah mengaku bahwa dia punya pacar lagi di Jawa, Jember. Sebelum kejadian, mereka beberapa kali pernah cekcok terkait hubungan mereka," terang Orpa.

Menurut Orpa, kejadian penebasan ini terjadi pada Selasa (11/1). Hal ini bermula saat pelaku asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu menghubungi korban Fitria via pesan singkat WhatsApp sekitar pukul 09.00 Wita. Pelaku nge-chat korban untuk datang ke tempat kosnya guna membahas hubungan mereka.

Pesan yang disampaikan oleh pelaku kemudian dibalas oleh korban. Korban dalam balasan pesannya tersebut mengaku akan datang ke indekos pelaku bersama kawannya.

Kemudian, pada siang hari sekitar pukul 13.15 Wita pelaku sedang tidur-tiduran di kamar kosnya yang beralamat di Jalan Sadasari Gang Jepun. Korban Fitria tiba-tiba datang dan sambil membawa dua orang laki-laki.

"Pelaku akhirnya kaget karena kawan yang diajak oleh pacarnya tersebut adalah dua laki-laki yang berperawakan besar. Pelaku kemudian mengambil pisau golok yang dia simpan di belakang pintu kamar, langsung berdiri mendekati pacarnya," jelas Orpa.

Karena ketakutan, korban Fitria kemudian mencoba kabur ke areal kos tetangga. Namun, saat posisi di lorong kos pelaku, Fitria sempat terkena tebas dari belakang dengan golok dan mengenai kepala belakang hingga mengeluarkan darah.

"Korban masih bisa kabur ke kos tetangga dan saat akan masuk kamar kos tetangga, pelaku mengayunkan goloknya tersebut ke arah korban dan mengenai kepala belakang korban," jelas Orpa.

Saat korban Fitria mencoba kabur ke kamar tetangga kos, ternyata diikuti oleh orang lain bernama Viktor (32). Viktor bermaksud untuk melerai pertikaian antara korban Fitria dengan pelaku. Sayangnya, pelaku merasa tidak terima. Viktor akhirnya turut menjadi korban penebasan dari pelaku.

"Pelaku malah tidak terima karena Viktor ikut campur dan pelaku kemudian menebas kepala Viktor bagian belakang dan keluar darah," tutur Orpa.

Saat bersembunyi di kamar kos tetangga, korban Fitria mengatakan kepada pelaku 'udah do'. Mendengar korban Fitria berkata seperti itu, pelaku kemudian menaruh pisau goloknya di teras kos tetangga. Pelaku kemudian langsung membonceng korban Fitria ke Rumah Sakit Murni Teguh untuk berobat yang diikuti oleh korban Viktor.

"Saat ini kedua korban masih berobat. Kedua korban mengalami luka-luka di bagian kepala belakang dan jari-jari tangan akibat tebasan golok pelaku," jelas Orpa.

(mud/mud)