327 Pasien Omicron Dirawat di Wisma Atlet, Terbanyak Tiba dari Saudi-Turki

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 13:49 WIB
OMICRON was named as a concerning variant of COVID-19 in November 2021.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull
Jakarta -

Sebanyak 327 pasien Corona (COVID-19) varian Omicron dirawat di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 197 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang.

"Pasien Omicron total yang sudah kita rawat itu ada 327. Untuk hari ini, pasien yang didiagnosis Omicron alhamdulillah nol dan pasien yang pulang dengan Omicron hari ini ada 25. Jadi total pasien yang sudah pulang dan dinyatakan sembuh selama dirawat di sini ada 197," kata Koordinator Humas RSDC-19 Wisma Atlet, Kolonel Mintoro Sumego, kepada wartawan Rabu (12/1/2022).

Mintoro mengatakan saat ini masih ada 130 pasien Omicron yang sedang menjalani isolasi di sana. Paling banyak pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Arab Saudi dan Turki.

"Asal dari negara mereka yaitu Saudi Arabia, Turki, Amerika, Malaysia, dan Emirat Arab. Untuk pasien yang nonpelaku perjalanan luar negeri itu total yang dirawat ada 32 dan pasien yang sudah pulang ada 4, sehingga saat ini pasien yang dari nonpelaku perjalanan luar negeri ada 28. Dari PPLN Arab Saudi 87 orang, Turki 53, Malaysia 21, Amerika 21, UEA 15 orang," ujarnya.

Mintoro menyebut data keseluruhan kasus COVID-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran ada 2.160 pasien. Jumlah tersebut merupakan data pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri secara keseluruhan di Tower 5 dan 6.

"Update harian untuk Wisma Atlet RS Kemayoran hunian ada 2.160, dari PPLN saat ini di Tower 5 terisi 703 pasien, di Tower 6 terisi 812 pasien," ucapnya.

BOR di Wisma Atlet saat ini 58,78 persen. Mintoro mengatakan penambahan pasien dalam satu hari sekitar 100-200 orang, namun hal itu masih dapat tertangani dengan baik.

Mintoro menyampaikan pasien Omicron menjalani karantina paling cepat 10 hari, dengan ketentuan dua kali PCR 2x24 jam. Jika tanpa gejala dan hasil pemeriksaan negatif, pasien tersebut diizinkan pulang.

"Rata-rata pasien dirawat 10 hari, bahkan bisa lebih karena sebelum pulang itu mereka diperiksa lagi, dua kali PCR, 2x24 jam. Kalau udah nggak ada gejala dan hasilnya negatif, bisa dipulangkan," katanya.

(dek/idn)