Pesan Legislator ke Pimpinan KPK yang Tak Pandang Bapak Gibran-Kaesang

Firda Cynthia Anggrainy, Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 10:48 WIB
Gibran Kaesang
Gibran dan Kaesang (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan tak melihat siapa bapak Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep soal pelaporan ke KPK. Legislator di Senayan punya pesan untuk KPK.

"Kita semua harus berpegang pada asas praduga tidak bersalah," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

KPK menerima laporan dari dosen UNJ Ubedillah Badrun atas Gibran dan Kaesang. PKB mempercayai kerja KPK berdasarkan standard operating procedure.

"KPK memiliki SOP dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat," ujar Jazilul.

Anggota Komisi III DPR RI itu menilai, jika laporan Ubedillah tak dibarengi bukti, sebaiknya dihentikan. PKB tak ingin laporan atas Gibran dan Kaesang justru menjadi fitnah.

"Segera hentikan saja bila laporan ini tidak disertai keterangan dan bukti yang kuat. Jangan sampai berkembang menjadi polemik dan fitnah," imbuhnya.

Senada dengan Jazilul, anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman menyebut KPK punya SOP dalam penerimaan laporan. Laporan yang tak dilengkapi alat bukti, katanya, pasti bakal dihentikan.

"Tentu mereka ada SOP penerimaan laporan. Laporan yang disertai alat-alat bukti cukup akan ditindaklanjuti, sementara yang tidak dilengkapi alat bukti cukup pastinya akan didrop," kata Habiburokhman.

"Kita nggak boleh menghakimi terlapor karena ini masih proses pelaporan, belum tahu juga apa duduk perkaranya secara detail dan apa bukti-bukti pendukungnya," imbuhnya.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sebelumnya angkat bicara soal pelaporan yang dilakukan Ubedillah Badrun atas dua putra Presiden Jokowi, Gibran dan Kaesang. Ghufron menyebutkan KPK akan menelaah laporan itu lebih dulu.

Pernyataan Ghufron ada di halaman selanjutnya.

Simak Video 'Respons KPK atas Pelaporan Gibran-Kaesang: Kami Tak Melihat Bapaknya Siapa':

[Gambas:Video 20detik]