Keluarga Ancam Somasi Bila Tidak Ada Luka Tembak Pada Jabir
Sabtu, 06 Mei 2006 12:19 WIB
Semarang - Kematian Gempur Budi Angkoro alias Jabir, kaki tangan Noordin M Top, menyisakan misteri. Keluarga tidak diperkenankan polisi membuktikan luka tembakan di tubuh Jabir. "Kami belum boleh melihat jenazah Jabir. Nanti kita akan buka di Madiun. Polisi juga belum bisa menjawab, dan menjelaskan kematian Jabir," kata kuasa hukum keluarga Jabir, Muhammad Kurniawan.Hal ini disampaikan dia di RS Bhayangkara, Jalan Majapahit, Semarang, Sabtu (6/5/2006)."Jika terbukti Jabir mati bukan karena tembakan atau ledakan bom kami akan melakukan langkah hukum atau somasi," ujarnya.Kurniawan menyesalkan tindakan polisi yang langsung menembak Jabir. "Padahal status tersangkanya belum terpidana," cetusnya.Namun demikian, Kurniawan menegaskan tidak akan melakukan otopsi ulang. "Sepertinya tidak bisa karena, selain waktu yang mepet kami juga terkendala biaya. Biasanya otopsi ulang bisa menghabiskan uang hingga Rp 30 juta," jelas Kurniawan.Dikatakan dia, keluarga Jabir hingga kini belum menerima hasil otopsi maupun tes DNA. "Keluarga menerima kematian Jabir tetapi tidak iklas menerima cara yang digunakan," kata Kurniawan.DiberangkatkanJenazah Jabir dan Abdul Hadi diberangkatkan dari RS Bhayangkara ke rumah duka.Jenazah kaki tangan Noordin M Top itu diletakkan ke dalam peti kayu warna coklat.Jenazah Jabir diberangkatkan menuju Madiun dengan menggunakan mobil Ambulans nopol H 8553 G pukul 10.45 WIB. Sedangkan jenazah Abdul Hadidiberangkatkan ke Sukoharjo dengan mobil jenazah milik RS Sukoharjo nopol AD 9565 B pukul 11.45 WIB.
(aan/)











































