Masih Transfusi Darah
Kondisi Soeharto Belum Stabil
Sabtu, 06 Mei 2006 11:50 WIB
Jakarta - Kondisi mantan Presiden Soeharto belum stabil dan masih mengalami pendarahan. Penguasa orde baru ini masih harus beberapa kali menjalani transfusi darah."Masih belum stabil, masih pendarahan. Hb sudah naik menjadi 8,8 gram per dl hari ini. Tentu targetnya 11 gram per dl. Jadi masih harus tranfusi beberapa kali lagi," kata Anggota Tim Kepresidenan dr Djoko Rahardjo di RSPP, Jalan Kiai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2006)Menurut dia, pendarahan pada usus Soeharto berbahaya mengingat usianya yang semakin tua. "Siapa pun saya orang tua memerlukan oksigen yang cukup. Kalau darahnya rendah, oksigen susah diangkut dari paru-paru untuk ke jaringan otak dan ke ginjal. Kalau terlalu rendah kita khawatir organ lain kekurangan oksigen," jelasnya.Lebih lanjut, Djoko menyatakan Soeharto masih mengalami kerusakan otak. "Itu sudah dari dulu. Secara umum, beliau otaknya pernah kena stroke sehingga sulit bicara dan susah menerima pembicaraan. Tetapi, kalau jalan masih bisa, makan sendiri masih bisa, hanya untuk mengerti kalau diajak bicara masih lama. Mengingat hal baru atau lama kadang sudah banyak yang lupa," urai Djoko.
(aan/)











































