Dukungan dari Mana-mana Bagi Polri Usai Tahan Ferdinand Hutahaean

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 07:21 WIB
Ilustrasi Gedung Mabes Polri di Jakarta
Foto: Mabes Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka keonaran karena cuitan 'Allahmu lemah'. Bareskrim Polri juga sudah menahan Ferdinand.

Eks kader Partai Demokrat itu ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa sebagai saksi kasus cuitan 'Allahmu lemah'. Usai ditetapkan sebagai tersangka, Ferdinand langsung ditahan selama 20 hari ke depan.

"Hasil pemeriksaan dokter dari Pusdokkes (Pusat Kedokteran dan Kesehatan), layak dilakukan penahanan (pada Ferdinand Hutahaean)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Proses hukum terhadap Ferdinand berdasarkan LP/B/0007/I/2022/SPKT/Bareskrim Polri yang dibuat pada 5 Januari kemarin. Pelapornya adalah Ketua Umum DPP KNIP Haris Pertama.

Kecepatan penanganan kasus cuitan 'Allahmu lemah' Ferdinand Hutahaean ini diapresiasi banyak pihak. Mereka memuji sikap responsif dan ketegasan polisi.

Ferdinand Hutahaean sambangi Bareskrim Polri untuk penuhi panggilan polisi. Ia datang untuk diperiksa terkait kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah'.Foto: Ferdinand Hutahaean sambangi Bareskrim Polri untuk penuhi panggilan polisi. Ia datang untuk diperiksa terkait kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah'. (Agung Pambudhy/detikcom)

Berikut dukungan untuk Polri usai tahan Ferdinand Hutahaean:

1. GP Ansor

Ketua GP Ansor, Luqman Hakim, mendukung Polri menahan dan menetapkan Ferdinand Hutahaean.' Dia berharap langkah cepat Polri itu bisa memenuhi rasa keadilan sehingga mencegah meluasnya potensi kegaduhan di masyarakat.

"Menghormati dan mengapresiasi langkah cepat dan tegas polisi dalam memproses kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ferdinand Hutahaean yang telah menyita perhatian publik belakangan ini. Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat," kata Ketua PP GP Ansor Luqman Hakim kepada wartawan Selasa (11/2).

Luqman meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan menjunjung asas praduga tak bersalah. Luqman juga mendukung Polri agar bertindak profesional dan transparan dalam menangani kasus tersebut.

"Meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah tanpa menghakimi terlebih dahulu, hingga kelak putusan pengadilan dijatuhkan," ujarnya.

"Mendukung polisi bertindak profesional dan transparan dalam menuntaskan kasus ini demi tegaknya hukum yang berkeadilan," lanjutnya.

Luqman berharap Ferdinand Hutahaean mendapatkan bimbingan agama Islam selama proses hukum berjalan sehingga Fedinand bisa makin mendalami dan melaksanakan ajaran Islam.

"Selama proses hukum berjalan, secara khusus saya minta polisi memberi kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean, yang merupakan seorang mualaf, untuk mendapat bimbingan agama Islam supaya yang bersangkutan dapat semakin mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.