TNI AL Jelaskan Awal Mula Mayor B Aniaya Driver Ojol di Pamulang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 21:25 WIB
Oknum TNI AL diduga memukul driver ojek online (ojol). Akibatnya, kantor Polsek Pamulang, Tangerang Selatan digeruduk puluhan driver ojol.
Oknum TNI AL diduga memukul driver ojek online (ojol). Akibatnya, kantor Polsek Pamulang, Tangerang Selatan digeruduk puluhan driver ojol. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Pamulang -

Oknum TNI AL, Mayor B, yang memukul driver ojek online (ojol) di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), ditetapkan sebagai tersangka. TNI AL menjelaskan awal mula terjadinya penganiayaan tersebut.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, tindak penganiayaan bermula saat korban yang berboncengan dengan anaknya bertemu Mayor B yang mengendarai mobil. Saat itu sepeda motor korban dan mobil oknum TNI AL melaju dari arah berlawanan.

Oknum TNI AL meminta korban untuk berhenti dan meminggirkan kendaraannya. Setelah itu, terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan terjadi tindakan penganiayaan.

"Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum. Masalah ini perlu ditindaklanjuti," kata Laksma Pertama TNI Julius, Selasa (11/1/2022).

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/1) sekitar pukul 17.40 WIB. Warga sempat melerai keributan.

Insiden ini terekam kamera warga hingga videonya viral di media sosial (medsos).

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian pelipis sebelah kanan.

TNI AL menyatakan berkomitmen menindak prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Mayor B Ditahan POM TNI AL

Laksma Julius mengatakan oknum TNI AL tersebut telah ditahan di Markas POM TNI AL Lantamal III Jakarta sejak Senin (10/1) kemarin. Penyidikan terkait kasus penganiayaan oleh Mayor B masih terus dilakukan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono juga telah menegaskan tidak akan ada prajurit yang lolos dari hukum apabila terbukti melakukan tindak pidana. Hal ini sudah menjadi komitmen dari Institusi TNI mulai dari Panglima TNI dan jajaran di bawahnya bahwa prajurit yang salah akan diproses secara hukum.

Terkait peristiwa ini, kantor Polsek Pamulang sempat digeruduk puluhan driver ojol.

(mei/knv)