Beredar Kabar 2 WNA Kabur Karantina, Polda Metro Belum Terima Laporan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 20:54 WIB
Kasus prostitusi Cassandra Angelie oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.
Kabid Humas Polda Metro Kombes Zulpan (Pool/Palevi S/detikFoto)
Jakarta - Beredar informasi menyebutkan adanya warga negara asing (WNA) kabur saat menjalani karantina di sebuah hotel di Jakarta. Polda Metro Jaya mengaku pihaknya belum menerima laporan.

"Polda Metro Jaya tidak pernah menyatakan hal demikian. Kami belum menerima laporan juga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Selasa (11/1/2021).

Zulpan mengatakan ada satgas tersendiri yang menangani masalah kekarantinaan. Ia menyarankan untuk mengonfirmasi hal ini kepada Satgas.

"Kami juga belum menerima laporan hal demikian mungkin teman-teman bisa tanyakan ke satgas dalam hal ini yang saya sampaikan tadi kalau di tempat hotel pelaksanaan karantina itu ada satgasnya itu adalah dari TNI AD atau Kodam Jaya," terang Zulpan.

Berkaitan masalah karantina, Zulpan mengatakan Polri telah meluncurkan aplikasi 'Karantina Presisi' yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Aplikasi ini membantu pengawasan WNA dan WNI saat menjalani karantina.

"Masalah karantina beberapa hari lalu bapak Kapolri me-launching Aplikasi Karantina Presisi Polda Metro menindaklanjuti bikin Satgas Karantina. Ada tiga tim cek untuk proses karantina dari kedatangan WNI dan WNA yang tiba ke Tanah Air, datang di bandara dengan prokes sampai karantina," terang Zulpan.

Zulpan menyebut aplikasi tersebut nantinya dapat melacak pelaku perjalanan luar negeri dengan syarat telah melakukan scan barcode setiba di bandara. Nantinya, para pelaku perjalanan itu akan diarahkan tim Satgas Karantina menuju lokasi hotel karantina yang sudah ditentukan.

"Dengan Aplikasi Karantina Presisi Polda Metro Jaya dan Mabes Polri bisa cek dari barcode saat tamu asing atau WNI tiba di Jakarta scan barcode di Bandara Soetta diarahin ke hotel mana dan bisa dicek. Mereka diarahkan ke hotel yang ditentukan sesuai penunjukannya," jelas Zulpan.

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan pihak kepolisian bersama TNI akan menindak para pelaku perjalanan luar negeri yang kedapatan menyalahi aturan.

"Kalau ada persoalan yang melanggar keluar sebelum waktu ditentukan baru Polda Metro Jaya ambil langkah penindakan. Setiap satgas punya tanggung jawab dari bandara sampai hotel. Tugas kepolisian monitoring dengan satgas ini kalau ada pelanggaran baru kepolisian lakukan langkah penegakan hukum," ungkapnya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kapendam Jaya Letnan Kolonel Cpm Dwi Indra Wirawan menyebut dirinya belum dapat menyampaikan secara detail informasi terkait hal tersebut.

"Kayanya bukan wewenang saya nanti ada humasnya karantina. Kalau soal pengamanan baru saya, karena ada anggota kan di sana," terang Indra.

Simak video 'Kata Satgas soal Viral Fasilitas Hotel Isolasi COVID-19 RI Tak Layak':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/mea)