Menaker Dorong Perusahaan Terapkan Kesetaraan Kerja bagi Perempuan

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 15:45 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mendorong perusahaan agar memberikan kesempatan kerja yang sama antara laki-laki dan perempuan. Pasalnya, saat ini tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih sedikit.

"Tingkat partisipasi angkatan kerja kita menunjukkan bahwa perempuan masih di bawah laki-laki. Pengangguran juga banyak perempuan. Artinya kita punya PR yaitu memberikan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan," ucap Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

Saat menerima audiensi jajaran Pimpinan PT Nestle Indonesia, Ida mengatakan ketika kesempatan perempuan ke dunia kerja lebih sedikit dibanding laki-laki, maka menimbulkan ketidaksiapan lingkungan dalam merespons kehadirannya.

"Akibat dari masih sedikitnya kesempatan bagi perempuan, maka lingkungan pun belum mendukung, sehingga perlu adanya penyesuaian-penyesuaian lingkungan, seperti jam malam," ujar Ida.

Untuk itu, katanya, perlu adanya perhatian dari perusahaan dan lingkungan secara umum tentang pentingnya perlindungan bagi pekerja perempuan, khususnya terkait pencegahan kekerasan, pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja.

"Kalau laki-laki pulang malam, fine, tapi kalau perempuan dengan risiko macam-macam tentu harus mendapatkan akses perlindungan lebih bagus," jelas Ida.

Dalam kesempatan itu, Ida juga mengajak perusahaan manapun, termasuk PT Nestle untuk bersama-sama mensukseskan program pelatihan melalui pola pemagangan. Program tersebut dilakukan dalam rangka percepatan peningkatan kompetensi.

"Saya berharap, Nestle menjadi bagian dari program pemagangan yang dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Pemagangan ini menjadi bagian untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja," tutur Ida.

Menurut Ida, jika calon pekerja memiliki kompetensi, maka mereka bisa bersaing dan diterima di pasar kerja. Untuk itu, katanya, program pemagangan ini salah satu solusi tepat dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan.

"Kalau kompetensinya diperkuat melalui proses pemagangan, perusahaan juga bisa mendapatkan tenaga kerja yang kompeten. Calon pekerja yang memiliki kompetensi kerja ini nantinya bisa bekerja di Nestle atau perusahaan lain," ungkapnya.

Ida menilai peserta magang yang telah memperoleh ilmu dari perusahaan tempat magangnya bisa menjadi entrepreneur.

"Maka outputnya, mereka bisa masuk pasar kerja atau mereka menjadi entrepreneur, menjadi pelaku usaha," katanya.

Menurutnya, Kemnaker memiliki sejumlah program guna mendukung terciptanya entrepreneur yang salah satu programnya berbasis pada kompetensi SDM, yakni dengan cara menciptakan Wirausaha Baru Tenaga Kerja Mandiri (WBTKM).

Selain itu, Kemnaker memberikan bantuan sarana usaha agar pengetahuan yang diterima masyarakat dapat diimplementasi menjadi suatu produk berkualitas baik dan memiliki daya saing.

(ncm/ega)