Petaka Bentrok Antarwarga di Papua Berujung Jatuh Korban Jiwa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 22:34 WIB
Bentrok warga Nduga dan Lanijaya Papua
Bentrokan warga di Papua (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Bentrokan dua kelompok warga pecah di Papua. Bentrokan itu memakan korban jiwa.

Dihimpun detikcom, Senin (10/1/2022), kedua kelompok yang terlibat bentrokan itu adalah warga Nduga dan Lanny Jaya. Bentrokan diduga dipicu oleh insiden pembunuhan.

Awal Mula Bentrokan

Bentrokan pertama awalnya terjadi pada Sabtu (8/1). Kedua kelompok warga itu saling serang karena kematian seorang warga Nduga, Sibelu Gwijangge, yang diduga dibunuh oleh kelompok Lanny Jaya.

"Pada hari dan tanggal tersebut di atas, pukul 15.30 WIT permasalahan pertikaian saling serang dengan menggunakan alat tradisional antara kedua kelompok masyarakat Lanny Jaya dan masyarakat Nduga disebabkan akibat kematian Sibelu Gwijangge yang diduga dibunuh oleh masyarakat Lanijaya yang tinggal di Kampung Wesakma Distrik Wouma," kata Kabid Humas Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Minggu (9/1).

Merasa tidak terima, keluarga Sibelu Gwijangge bersama warga kelompok Nduga pun melakukan aksi balasan terhadap warga Lanny Jaya. Di situlah terjadi pertikaian tersebut.

"Pukul 15.35 WIT atas peristiwa tersebut masyarakat (pihak Nduga) serta keluarga pihak atas nama Sibelu Gwijangge merasa tidak terima keluarganya dibunuh pada saat pertemuan untuk menyelesaikan masalah perempuan dan akan melakukan aksi balasan terhadap pihak pelaku dari masyarakat Lanny Jaya yang bermukim di Kampung Wesakma Distrik Wouma," kata Kamal.

"Pukul 15.40 WIT pihak masyarakat Nduga dengan jumlah kekuatan sekira 150 orang turun dari Ilekma menuju Wouma dengan membawa alat-alat perang tradisional berupa panah, kapak, parang dan tombak. Setelah sampai di Wouma masyarakat Lanny Jaya merespons adanya serangan tersebut dengan jumlah kekuatan sekitar berjumlah 300 orang hingga akhirnya terjadi saling serang," lanjutnya.

Rumah Warga Dibakar

Kamal mengatakan kelompok Nduga membakar 2 rumah milik warga di Distrik Wouma. Adapun warga yang terluka akibat pertikaian itu ialah Witenus Tabuni dan Rondi Kogoya.

Selain itu, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diamankan, yakni 1 baju kaus singlet Motif loreng milik korban, 2 pasang sepatu bot milik korban, serta 5 anak panah.

Kamal mengatakan bahwa terkait korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan medis. Untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan, polisi kini melakukan penjagaan serta patroli di kedua kelompok massa.

"Pada saat ini kami masih melaksanakan pengaman di TKP karena masih adanya dugaan aksi balasan yang akan dilakukan oleh kelompok dari masyarakat Nduga. Untuk kerugian materiil sampai saat ini yaitu 2 (dua) unit rumah milik Jhon Asso dan masyarakat Asotipo yang di bakar oleh kelompok masyarakat Nduga," ujarnya.

Halaman selanjutnya soal korban jiwa akibat bentrokan.