Sabu dari Pengedar yang Ditembak Mati di Tangsel Disamarkan Bungkus Teh

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 18:14 WIB
Polisi merilis pengungkapan sabu 4 Kg, pengedarnya ditembak mati di Tangsel
Polisi merilis pengungkapan sabu 4 kg, pengedarnya ditembak mati di Tangsel. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menangkap dua pengedar sabu dari China dan hendak diedarkan di Pamulang, Tangerang Selatan. Modus para pelaku mengedarkan barang haram tersebut pun terungkap.

"Modus operandi yang digunakan adalah adanya kamuflase di mana narkoba ini dimasukkan ke dalam bungkus teh China," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/1/2022).

Dua orang pelaku berinisial HM dan UA ditangkap polisi dari tindakan penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (4/1). Pelaku HM meninggal dunia usai ditembak petugas di bagian dada akibat melawan saat hendak diamankan petugas.

"Diberikan tindakan tegas terukur dan mengenai kaki kanan tersangka UA dan satu lagi tersangka HM tertembak di bagian dada sehingga meninggal dunia pada saat dilarikan ke rumah sakit," ujar Zulpan.

Kedua tersangka pengedar ini diketahui hanya disuruh oleh bandar yang berada di luar negeri. Zulpan mengatakan otak dari jaringan ini merupakan warga negara Indonesia yang berada di Malaysia.

"Hasil pemeriksaan mereka ini juga dalam mengedarkan narkotika jenis sabu ada yang mengendalikan yaitu WNI di Malaysia. Ini masih dalam pengembangan," katanya.

Sisa Stok Tahun Baru

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander menambahkan dua pelaku ini diketahui sengaja melakukan transaksi narkoba di tempat ramai. Hal itu untuk menyamarkan transaksi yang dilakukan pelaku tersebut.

"Tersangka ini adalah jaringan yang menghabiskan stok tahun baru, ada 4 kg sisa kemarin yang kita dapat dari sumber informasi tanggal 1 (Januari) lalu. Kita bentuk tim dan diketahui ritme tersangka melakukan transaksi di tempat keramaian masyarakat agar sulit mendeteksi penyerahan barang bukti," ujar Donny.

Satu orang pelaku yang kini masih hidup berinisial UA ditahan di Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan Pasal Pasal 114 ayat 2 subsider 112 UU Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya