Data Kasus Corona dari LN di Bandara Soetta Akan Dipisah dari Data DKI

Indra Komara - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 15:58 WIB
Ilustrasi covid-19
Ilustrasi Corona (BBC Magazine)
Jakarta -

Pemerintah akan melakukan pemisahan level asesmen antara pelaku perjalanan dari luar negeri dan kasus COVID di daerah sehingga data kasus dari luar negeri tidak tergabung dengan kasus tambahan harian di wilayah RI.

"Dari rapat tadi juga dilakukan pemisahan level assessment tadi disampaikan Menkomarinvest bahwa kasus yang terbanyak adalah kasus dari PPLN atau pelaku perjalanan luar negeri, sehingga tentunya penambahan kasus PPLN ini berbeda import case dibandingkan dengan kasus penularan lokal," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,dalam jumpa pers, Senin (10/1/2022).

Airlangga menerangkan akan membuat treatment tersebut di pintu masuk RI dari pelabuhan sampai bandar udara. Sejumlah pintu masuk dari LN ke RI antara lain Bandara Soetta, Bandar Udara Internasional Juanda, dan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi.

Sementara itu, untuk jalur laut ada Pelabuhan Laut Batam, Pelabuhan Nunukan, PLBN Entikong, hingga PLBN Terpadu Motaain. Nantinya warga yang dinyatakan positif COVID dari dari pintu masuk RI tersebut akan didata terpisah dengan kasus COVID daerah.

"Contoh yang terjadi di Bandar Udara Soetta dan Karantina di RSDC Kemayoran ini tidak digabungkan dengan kasus kenaikan di DKI Jakarta. Demikian pula di Kepulauan Riau itu dari Pelabuhan Laut Batam itu tidak dijadikan satu dengan Kepulauan Riau," ujar Airlangga.

(idn/imk)