Sultan HB X Minta Warga Merapi Tingkatkan Doa
Jumat, 05 Mei 2006 18:23 WIB
Yogyakarta - Arah letusan Merapi diperkirakan ke arah selatan atau ke Sleman. Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta warga dari 8 dusun yang ada di lereng Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, persiapan yang akurat dan doa.Imbauan itu disampaikan Gubernur DIY melalui Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 361/1634m tanggal 2 Mei 2006, yang ditujukan kepada instansi dan pihak-pihak terkait dengan persiapan kemungkinan terjadinya bencana akibat letusan Gunung Merapi.Sultan berharap masyarakat meningkatkan permohonan doa sesuai agamanya masing-masing agar warga DIY terutama yang tinggal di lereng Merapi dilindungi dan diberi keselamatan dari segala musibah dan bencana. "Kami minta Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi DIY untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam rangka memohon doa tersebut," katanya.Dia mengatakan, dari 3 kecamatan yakni Turi, Pakem dan Cangkringan, erdapat 8 dusun atau pedukuhan yang masuk wilayah kawasan rawan bencana (KRB). Delapan pedukuhan itu adalah Pedukuhan Ngandong (Kalurahan Girikerto, Turi), Pedukuhan Tunggularum (Kelurahan Wonokerto, Turi), Pedukuhan Turgo (Kelurahan Purwobinangun, Pakem). Selanjutnya, Pedukuhan Palemsari (Kelurahan Umbulharjo, Cangkringan), Padukuhan Pangukrejo (Kelurahan Umbulharjo, Cangkringan), PadukuhanKalitengah Lor (Kelurahan Glagaharjo, Cangkringan), Padukuhan Kalitengah Kidul (Kealurahan Glagaharjo, Cangkringan) serta Padukuhan Kaliadem (Kelurahan Kepuharjo, Cangkringan).Oleh karena itu, Sultan meminta jajaran Satkorlak PBP (Penanganan Bencana dan Pengungsi) Provinsi DIY meningkatkan piket Posko selama 24 jam secara nonstop. Pemerintah kabupaten lainnya dan Kota Yogyakarta, yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Sleman agar mengikuti setiap perkembangan dan ikut membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana."Semua harus siap, sampai saat ini masih dalam Merapi status "SIAGA", dengan aktivitas yang makin meningkat. Diperkirakan akan terjadi letusan meski kita tidak tahu kapan waktunya," kata Sultan.Dia juga meminta Pemkab Sleman mengambil lebih intensif melakukan sosialisasi kepada penduduk agar mereka tetap tenang dan tidak diliputi kepanikan dan tindakan penyelamatan penduduk terutama yang bermukim di lokasi yang paling rawan terkena bencana. "Persiapan penyelamatan juga harus dilakukan terhadap binatang ternak dan binatang piaraan lainnya serta pengamanan harta benda lainnya," demikian Sultan.
(nrl/)











































