Banjir Bandang Jember Renggut Korban Jiwa, Ini 5 Faktanya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 14:54 WIB
Banjir bandang Jember menggenangi sejumlah daerah dan sebuah perumahan di provinsi Jawa Timur. Sejumlah kendaraan ikut hanyut akibat banjir bandang itu.
Banjir Bandang Jember, Ini 5 Fakta-faktanya (Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Jakarta -

Banjir bandang Jember menggenangi sejumlah daerah dan sebuah perumahan di provinsi Jawa Timur. Sejumlah kendaraan ikut hanyut akibat banjir bandang itu.

Hujan deras yang terus menerus terjadi membuat sungai meluap sehingga terjadi banjir bandang. Berikut 5 fakta seputar banjir bandang Jember.

Banjir Bandang Jember: Lokasi Utama di Kaliwates, Jember

Banjir bandang Jember menggenangi daerah di Mangli, Kaliwates, Jember, salah satunya perumahan Bumi Mangli Permai (BMP). Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan, banjir tidak hanya terjadi di Kecamatan Kaliwates, namun juga menimpa Kecamatan Panti.

"Ada beberapa titik, termasuk juga di Kecamatan Panti. Kita juga mendapat info ada longsor, ini petugas masih cek ke lokasi," kata Heru.

Banjir Bandang Jember: 3 Korban Jiwa

Banjir bandang Jember mengakibatkan 3 korban jiwa. Berikut identitasnya

  • Sirat (50 tahun/Laki-laki)
  • Suliha (47 tahun/Perempuan)
  • Jamaluddin (54 tahun/Laki-laki)

Banjir Bandang Jember: 30 KK Masih Terisolasi

Banjir bandang Jember membuat sekitar 30 KK di RW 13 Perumahan BMP masih terisolasi. Mereka tidak bisa keluar rumah akibat jalanan yang rusak karena banjir tersebut.

"Baniir kemarin sore itu menyebabkan jalanan rusak," kata Susanto, salah seorang warga, saat dikonfirmasi, Senin (10/1/2022).

Jalan paving di wilayah tersebut ambles sedalam kurang lebih 2 meter. Selain itu, warga juga membutuhkan air bersih karena banjir membuat pipa PDAM terputus.

"Karena saluran air bersih PDAM masih putus, katanya dalam proses perbaikan. Kita juga butuh air bersih untuk membersihkan rumah," lanjut Susanto.

Ivo yang merupakan warga sekitar juga menambahkan jika banjir membuat dirinya kesulitan untuk memasak makanan, terutama memasak air untuk kebutuhan susu anak. Peralatan masak rusak akibat terendam banjir.

"Kalau makanan berat sarapan ada dari dapur mandiri warga dibantu relawan. Tapi kita kesulitan masak air untuk membuat susu anak. Gasnya tidak bisa dihidupkan, dan kompor rusak terendam air banjir kemarin," kata Ivo.

"Karena semua pakaian basah dan kotor kena banjir, kita butuh dalaman (pakaian dalam) layak dan kering," sambung Ivo.

Kabar lain soal banjir bandang Jember ada di halaman berikutnya.