Pria tendang sesajen Semeru menuai komentar dari masyarakat. Banyak pihak yang menyesalkan aksi pria tersebut.
Aksi pria tendang sesajen Semeru terekam dalam video yang berdurasi 30 detik. Dalam video yang beredar, dia mengenakan penutup kepala dan rompi. Pria itu pun mendekati sesajen yang terletak di atas tanah.
"Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," kata pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sederet kabar terbaru pria tendang sesajen Semeru yang detikcom rangkum.
Pria Tendang Sesajen Lumajang: Kemenag Setempat Sebut Tak Beradab
Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim menyatakan, tindakan pria tendang sesajen Lumajang tidaklah beradab. Dia pun menyesali aksi yang dilakukan pria tersebut.
"Sebagai perwakilan dari Kementerian Agama, terus terang saya merasa kaget dengan peristiwa ini dan sangat menyayangkan. Karena itu adalah tindakan yang kurang beradab," kata Muslim, Senin (10/1/2022).
Menurutnya, Islam merupakan agama yang damai. Umat Muslim pun diajarkan dakwah dengan baik dan tidak menghina agama lain. Inilah penyebab tindakan pria tendang sesajen Lumajang dinilai menyimpang dari ajaran Islam.
"Islam menganjurkan kita berdakwah dengan baik, tidak kemudian merusak apa yang menjadi keyakinan orang lain. Dakwah disampaikan dengan baik, jangan menyakiti perasaan orang lain," jelasnya.
Pria Tendang Sesajen Semeru: Merupakan Relawan Semeru
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku geram terhadap aksi pria tendang sesajen Semeru. Dia pun memastikan, pria itu bukan warga Lumajang.
"Bukan orang Lumajang, saya pastikan bukan orang Lumajang, ini orang datang dari luar," ujar Thoriq kepada wartawan di Gedung Grahadi usai Muswil IKA PMII Jatim, Minggu (9/1).
Dia menuturkan, pria tendang sesajen Semeru merupakan relawan yang masuk ke lokasi terdampak erupsi Semeru. Dia kecewa pria itu justru melakukan aksi lain yang bukan menjadi tugasnya.
"Apapun motifnya jadi bagian relawan ke Lumajang, tentu saya kecewa tindakan itu. Karena itu melanggar tata nilai yang kami hidup berdampingan bersama dengan seluruh agama, seluruh suku di Lumajang" kata Thoriq kepada wartawan di Gedung Grahadi usai Muswil IKA PMII Jatim, Minggu (9/1).
Pria Tendang Sesajen Lumajang: Pelaku Tengah Dicari
Thoriq megerahkan relawan dan kepolisian untuk mencari pria tendang sesajen Lumajang. Dia meminta agar pencarian dapat dilakukan segera.
"Saya minta semua teman-teman, baik aparat maupun relawan di sana untuk mencari. sampai sekarang belum ketemu, saya minta segera ketemu," ujar Thoriq kepada wartawan di Gedung Grahadi usai Muswil IKA PMII Jatim.
Aksi pria tendang sesajen Lumajang tersebut, kata Thoriq, membuat resah masyarakat. Menurutnya, semakin cepat ditangkap akan semakin baik. Dia pun harus memberikan klarifikasi kepada masyarakat luas.
"Dari mana orang itu, atau identitasnya siapa itu, dari kelompok mana itu. Saya minta segera untuk dicari, dan saya minta harus pelaku mengklarifikasi supaya ini tidak mengganggu kami yang ada di Lumajang yang saat ini damai," kata Thoriq.
Pria Tendang Sesajen Lumajang: Polisi Buru Pelaku
Kapolres Lumajang AKPB Eka Yekti Henanto Seno mengungkapkan, pihaknya tengah memburu pria tendang sesajen Lumajang. Kepolisian setempat masih terus mencari pria tersebut.
"Masih kami upayakan mencari," tutur Eka.
Wasekjen MUI komentari tindakan pria tendang sesajen Lumajang. Simak halaman selanjutnya.
Pria Tendang Sesajen Lumajang: Begini Komentar Wasekjen MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sesalkan aksi pria tendang sesajen Lumajang. Wasekjen MUI Muhammad Ziyad menilai, tindakan itu tidak perlu dilakukan.
"Terkait seseorang yang menendang sesajen yang ada di Gunung Semeru saya pribadi menyesalkan adanya tindakan itu. Hal itu tidak perlu dilakukan meskipun menyaksikan bahwa praktik tradisi sesajen kepada makhluk halus atau jin atau penguasa alam sekitarnya yang diyakini masyarakat itu bertentangan dengan akidah Islam," kata Ziyad kepada wartawan.
Jika hendak berdakwah, sambung Ziyad, lebih baik mengingatkan dengan cara baik. Dia memberi contoh seperti memberikan edukasi bahwa praktik sesajen merupakan perilaku yang menyimpang.
Menurutnya, berdakwah merupakan penyampaian pesan ilahi dengan cara baik, bukan menuruti kemauan sendiri. Tindakan pria tendang sesajen Lumajang tidaklah terpuji, sebab kewajiban seorang muslim untuk mengingatkan sesama dengan baik.
"Karena itu lah perlu dilakukan edukasi, bimbingan kepada masyarakat bahwa terjadinya erupsi gunung merapi adalah bagian dari takdir Allah SWT, semua yang terjadi di alam raya ini merupakan kehendak dari Allah SWT, yang kita lakukan adalah bukan dalam bentuk pemberian sesajen. Tapi kita berdoa kepada Allah memohon perlindungannya agar dijauhkan dari malapetaka yang terjadi," tuturnya.