Pemerintah Diminta Tingkatkan Koordinasi Pantau Keberangkatan Umrah

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 18:14 WIB
Pemerintah kembali membuka keberangkatan jamaah umrah asal Indonesia meski Omicron mewabah.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Wakil Ketua Komite III DPD RI Muhammad Rakhman meminta pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam pemberangkatan jemaah umrah di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag), asosiasi, penyelenggara dan muassasah mesti bergandeng tangan saat ini untuk menyukseskan pelaksanaan umrah.

"Kemenag bersama pihak-pihak terkait harus sering duduk bareng dengan stakeholder pelaksana umrah untuk meningkatkan koordinasi keberangkatan jemaah umrah di tengah pandemi COVID-19 ini, sehingga pelaksanaan umrah kali ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan," kata Rakhman dalam keterangan tertulis, Minggu (9/1/2022).

Senator asal Kalimantan Tengah ini juga meminta fungsi kontrol dan pengawasan oleh Kemenag terus ditingkatkan dalam memantau pergerakan keberangkatan umrah. Ia pun berpesan agar hal teknis yang pelaksanaannya dilakukan oleh penyelenggara betul-betul dijalankan secara hati-hati dan sesuai aturan perundang-undangan.

"Kemenag dan penyelenggara umrah harus menyamakan persepsi dan berjalan bersama sehingga meminimalisir masalah karena kita tahu bahwa peraturan umrah saat ini mengalami perubahan di tengah pandemi," tuturnya.

Selain itu, Rakhman mengingatkan penyelenggara untuk terus mensosialisasikan aturan baru pada masa pandemi ini. Mengingat, aturan dan tata cara baru yang dilakukan umrah masa pandemi berbeda dengan umrah dahulu.

"Sehingga harus di-update perkembangan agar tersampaikan dengan jelas dan tidak liar, dan baiknya pernyataan ini keluar satu pintu," ungkap Rakhman.

Dalam kesempatan ini, Rakhman pun mengaku bersyukur dengan adanya Tim Mitigasi dari AMPHURI yang saat ini melakukan simulasi dan uji coba umrah di Saudi Arabia. Ia berharap dengan adanya tim ini akan banyak informasi yang didapatkan.

"Dengan berangkatnya Tim Mitigasi Amphuri ini, harapan saya adalah informasi yang didapat selama simulasi bisa disampaikan kepada pemerintah sebagai info awal tentang hal-hal yang terjadi di Saudi Arabia, tentu kita perlu pengalaman mereka dan berterima kasih sudah ada yang melakukan hal itu," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Umrah dan Haji mulai memberangkatkan jemaah umrah ke Arab Saudi. Pemberangkatan kali ini merupakan yang perdana setelah hampir dua tahun kegiatan umrah tertunda akibat situasi pandemi COVID-19.

Di kloter pertama, Kemenag mencatat 419 jemaah umrah telah diberangkatkan. Sedangkan untuk keberangkatan kedua, dikabarkan akan ada 109 jemaah.

Halaman Selanjutnya: Mahalnya Biaya Karantina Jemaah Umrah