Survei Indikator Politik: Tingkat Kepercayaan ke Polri Drop Tajam 6%

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 16:20 WIB
Gedung Densus 88 Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menggelar survei tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara. IPI mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri turun tajam.

Survei Indikator Politik dilakukan pada 6-11 Desember 2021, melibatkan sebanyak 2020 responden dengan sampel basis sebanyak 1.220 orang, yang tersebar proporsional di 34 provinsi, serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.

Populasi dipilih secara random dengan multistage random sampling. Margin of error survei tersebut +- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih dalam survei ini diwawancarai lewat tatap muka.

Berdasarkan survei IPI, TNI menjadi institusi negara yang paling dipercaya oleh masyarakat. Sementara Presiden berada di urutan kedua.

"Yang paling tinggi masih dipegang oleh TNI, kedua Presiden, kemudian Polri," kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi secara virtual, Minggu (9/1/2022).

"Nah, ini kalau kita cek, kepuasan terhadap Presiden menurun tapi masih di nomor dua. Yang menarik adalah trust terhadap Polri drop tajam 6 persen," sebut Burhanuddin.

Secara khusus, Burhanuddin menyoroti penurunan tingkat kepercayaan terhadap Polri. Meski masih menempati urutan ketiga, sebut dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri turun 6 persen.

Menurut Burhanuddin, penurunan tingkat kepercayaan terhadap Polri lantaran maraknya pelanggaran yang dilakukan anggota. Dia mencontohkan kasus bunuh diri seorang perempuan karena dipaksa aborsi oleh pacarnya, Bripda Randy Bagus, pada awal Desember 2021.

"Kebetulan, selama sebulan terakhir polisi dihajar dengan isu-isu yang melibatkan kesalahan anggotanya sendiri. Ada seorang anggota polisi yang memaksakan aborsi pasangannya dan pasangannya harus bunuh diri di kuburan ayahnya," tuturnya.

"Ada polisi di pelosok Sulawesi yang memaksa istri tahanan untuk memenuhi nafsu bejatnya. Ini isu-isu yang menurunkan trust terhadap polisi selama sebulan terakhir, turunnya cukup tajam," imbuhnya.

Berdasarkan data yang ditampilkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden turun dari 86,4 persen (hasil survei IPI November 2021) ke 82,7 persen (hasil survei IPI Desember 2021). Sementara tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri turun dari 80,2 persen (hasil survei IPI November 2021) ke 74,1 persen (hasil survei IPI Desember 2021).

Berikut ini hasil survei terbaru IPI soal tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara (sangat percaya):

- TNI 27 persen
- Presiden 20 persen
- Polri 14 persen
- KPK 14 persen
- MA 12 persen
- MK 12 persen
- Pengadilan 11 persen
- Kejaksaan 9 persen
- MPR 7 persen
- DPR 6 persen
- DPD 6 persen
- Partai politik 5 persen

Dimintai konfirmasi terpisah, Burhanuddin menyebut para responden memiliki alasan tersendiri mengapa mereka percaya atau tidak percaya kepada Polri. Alasannya pun ada berbagai macam.

Burhanuddin mengungkapkan alasan responden yang percaya, paling tinggi persentasenya karena menilai Polri dapat menjaga keamanan. Sementara alasan responden yang tidak percaya, tertinggi persentasenya lantaran ada oknum polisi pungli.

"Yang warna biru ditanyakan kepada responden yang percaya. Alasan percayanya kenapa. Jawaban spontan dari responden yang percaya polisi. Paling banyak itu menilai karena polisi bisa menjaga keamanan 18,7 persen," papar Burhanuddin saat dihubungi detikcom pada Selasa (11/1/2022).

"Yang warna merah ditanyakan kepada responden yang mengaku tidak percaya polisi. Paling banyak tidak percaya itu karena ada polisi pungli 5,9 persen," imbuhnya.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia soal alasan percaya atau tidak percaya kepada Polri.Foto: Hasil survei Indikator Politik Indonesia. (dok. Istimewa)
(fca/zak)