ADVERTISEMENT

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin, Kali Ini 4,4 Juta Dosis AstraZeneca

Antara - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 15:54 WIB
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya.
Ilustrasi vaksin AstraZaneca (AP Photo)
Jakarta -

Sebanyak 4.435.200 dosis vaksin jenis AstraZeneca telah tiba di Tanah Air lewat tiga tahapan, yakni 190, 191, dan tahap 192. Vaksin tersebut merupakan donasi dari COVID-19 Vaccines Global Access (COVAX).

"Semua vaksin yang tiba dalam tiga tahap ini merupakan donasi COVAX," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong dikutip dari Antara, Minggu (9/1/2022).

Sebagai informasi, COVAX merupakan sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara untuk vaksin-vaksin COVID-19 secara global. Usman mengatakan Indonesia kini aktif menjalin kerja sama internasional dan multilateral termasuk melalui WHO Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator COVAX Facility.

Diketahui, pada tahap 190 sebanyak 1.252.800 dosis vaksin telah tiba di Indonesia pada Jumat (7/1) lalu. Kemudian, pada Sabtu (8/1) penerimaan vaksin dalam dua tahap yakni tahap 191 sebanyak 1.852.800 dosis dan tahap 192 1.329.600 dosis.

Usman menilai lewat kerja sama itu Indonesia dapat terus aktif mengkampanyekan kesetaraan akses vaksin bagi seluruh negara di dunia. "Indonesia berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di dunia," ujar Usman.

Dia memastikan pasokan vaksin yang baru tiba itu akan segera didistribusikan secara proporsional ke daerah-daerah yang membutuhkan, dalam rangka program vaksinasi nasional, mengingat pemerintah telah mencanangkan bahwa program vaksinasi akan terus dipercepat dan diperluas hingga ditargetkan akan bisa rampung pada 2022.

"Karena itu, kedatangan vaksin secara kontinu menjadi sangat penting demi menjaga stok vaksin agar program vaksinasi bisa berlangsung secara lancar," ujarnya.

Selain menjamin ketersediaan stok vaksin, pemerintah berupaya mempercepat vaksinasi nasional dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Khususnya edukasi terkait berita-berita hoaks yang banyak beredar. Usman menilai di sejumlah daerah hoaks terkait vaksin telah memperlambat lanjut program vaksinasi.

Oleh karena itu, Usman memastikan bahwa pemerintah menjamin vaksin yang digunakan aman dan berkhasiat. Terlebih, proses vaksinasinya dilakukan dan diawasi secara ketat, dan telah disiapkan juga antisipasi jika terjadi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).

"Vaksin COVID-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan POM. Jangan ragu dan menunda vaksinasi hanya karena mendengar isu atau kabar tidak benar yang beredar," katanya.

Tak lupa, Usman mengingatkan kewaspadaan masyarakat perlu dijaga dengan seiring meningkatnya kasus varian jenis Omicron yang telah masuk ke Indonesia, salah satunya dengan mentaati protokol kesehatan (prokes).

"Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan meningkatkan lagi disiplin pelaksanaan protokol kesehatan, dan segera vaksinasi apapun jenis vaksinnya," tutupnya.

(rak/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT