Penipuan Modus 'Jumat Berkah', Pria di Jaktim Bawa Kabur HP Warga

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 18:33 WIB
Ugi korban pencurian ponsel
Ugi korban pencurian polsel di Jaktim (Foto: Fakhri Fadlurrohman)
Jakarta -

Seorang pedagang bernama Ugi (38) di Kampung Hilir, Cipinang, Jakarta Timur, kena tipu mentah-mentah. Ponselnya raib dibawa pria tak dikenal yang berpura-pura hendak memesan makanan untuk 'Jumat berkah'.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Awalnya, pria berpeci itu menghampiri Ugi, yang berjualan di depan Masjid Nurul Aliyah RW 005 Cipinang Muara, Cipinang, Jaktim.

Pria tersebut kemudian memesan mi dan sosis sebanyak 70 bungkus. Pelaku kemudian berpura-pura meminjam ponsel dengan alasan hendak mengambil foto makanan untuk dikirim kepada ustaz.

"Itu dia sempat jalan dulu tuh, pas dia balik lagi dia bilang, 'Jadi, Bu, saya mau pesan, tapi difoto dulu buat bukti ke Pak Ustaz' kata dia 'resepnya saya foto'. Saya tanya, 'Bapak bawa HP nggak?' (dijawab) saya nggak punya paketan, saya nggak bawa HP' ya foto pakai HP saya," tutur Ugi kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/1/2022).

Setelah itu, pelaku masuk ke dalam masjid dan tidak lama kemudian keluar dengan membawa kuitansi. Pelaku kemudian kembali ke dalam masjid sambil membawa ponsel Ugi.

"Tahunya dia keluar bawa kuitansi, terus nyuruh tanda tangan sama nulis tanggal, dia bilang mau ke dalam dulu. 'Udah, Mbak, HP-nya saya pinjem dulu, saya pinjam dulu saya, mau kasih ke Pak Ustaz' ke dalam masjid. Saya kasih HP saya, saya tunggu lama banget, kok saya bilang nggak keluar-keluar saya bilang," ujarnya.

Ugi mulai curiga lantaran pelaku tidak kunjung kembali mengembalikan ponselnya. Ugi lalu menyuruh anak kecil untuk mencari pelaku ke dalam masjid, namun ternyata pelaku sudah tak ada.

Ugi kemudian menanyakan soal pria itu ke beberapa jemaah di masjid. Hingga kemudian dia mengecek CCTV masjid dan melihat pelaku berganti pakaian.

"CCTV dari sini, dia nggak tahunya ganti baju, ganti celana pendek, ganti topi," ucap Ugi.

Ugi baru menyadari dirinya telah tertipu. Namun Ugi tidak melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Melapor ke polisi tuh gimana, saya nggak berani. Orang saya pikir begini saja, ya udah biarin. Di HP ada kerjaan saya dasawisma, ya ada grup anak saya, grup saya semua ada di situ," tuturnya.

(mei/mei)