ADVERTISEMENT

Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Pendopo Wali Kota Bekasi

Azhar Bagas Ramadhan, Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 15:49 WIB
KPK geledah Pendopo Wali Kota Bekasi
KPK menggeledah pendopo Wali Kota Bekasi (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi resmi ditetapkan tersangka kasus dugaan pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Penyidik KPK melakukan penggeledahan di pendopo Wali Kota Bekasi dan membawa sejumlah dokumen.

Pantauan detikcom, Jumat (7/1/2022), terlihat dua mobil Innova berpelat nomor B-2279-I berwarna silver dan B-8269-PS berwarna hitam tiba di depan pendopo pada sekitar pukul 13.00 WIB. Terlihat salah satu pengemudi mobil berwarna silver keluar membawa kertas berlogo KPK.

Beberapa petugas Pemkot berpakaian bebas tampak keluar-masuk pendopo Wali Kota Bekasi sambil membawa map. Beberapa petugas Satpol PP tampak berjaga di sekitar pendopo tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati juga terlihat memasuki gedung yang diperiksa KPK itu pada pukul 14.20 WIB. Dia terlihat membawa map kuning di tangan kanannya.

Berselang 2 jam kedatangan mobil tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, terlihat delapan orang penyidik berpakaian bebas keluar dari pintu samping pendopo Wali Kota Bekasi, Jl Kemakmuran.

Para penyidik membawa dua buah koper berwarna hitam dan biru. Barang-barang tersebut dipindahkan dari dalam pendopo ke dalam dua mobil milik KPK.

KPK geledah Pendopo Wali Kota BekasiKPK menggeledah pendopo Wali Kota Bekasi (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)

Diduga, barang yang diambil penyidik itu terkait dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan oleh Wali Kota Bekasi.

Secara terpisah, Plt Jubir KPK Ali Fikri mengkonfirmasi bahwa penyidik KPK telah melakukan penggeledahan terkait kasus OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. KPK mengumpulkan sejumlah bukti terkait penyidikan kasus tersebut.

"Benar, hari ini (Jumat, 7/1) tim penyidik melakukan kegiatan upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi di antaranya yang berada di wilayah Kota Bekasi. Tindakan ini dilakukan untuk menemukan, mengumpulkan, dan mengamankan bukti-bukti yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara," kata Ali.

Ali menyebut tim penyidik masih bekerja mengumpulkan sejumlah bukti terkait kasus tersebut.

Sempat beredar kabar penyidik KPK juga menyambangi ruangan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) pada Jumat (7/1/2022) pagi. Ruangan tersebut sebelumnya sudah disegel sejak OTT pada Rabu (5/1/2022).

Seperti diketahui, Firli Bahuri telah menetapkan Wali Kota Bekasi sebagai tersangka bersama delapan orang lainnya.

"Berdasarkan hasil keterangan para saksi dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh KPK, KPK berkesimpulan terdapat sembilan orang tersangka dalam perkara tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah yang dilakukan penyelenggara negara," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022).



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT