Menilik Lahan Kasus Mafia Tanah yang Diusut Polisi di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 14:37 WIB
Lahan Sengketa Mafia Tanah di Sukabumi
Lokasi lahan yang terindikasi diserobot mafia tanah di Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi -

Polres Sukabumi menyelidiki kasus mafia tanah yang dilaporkan warga pada 2019. Kasus itu kembali muncul setelah banyaknya aduan soal indikasi tumpang tindih lahan di Kabupaten Sukabumi.

Kasus itu dilaporkan oleh warga bernama Hoerudin Gozali (67). Dia mengaku lahan miliknya tiba-tiba berubah kepemilikan oleh penyewa lahan. Anehnya, lahan itu juga sudah berubah menjadi sertifikat atas nama penyewa inisial RR. Dari SPH diduga palsu yang ditunjukkan polisi, RR adalah inisial dari nama Rendy Rakasiwi.

detikcom mendatangi lokasi lahan yang terindikasi diserobot mafia tanah tersebut. Lahan ini berada di lokasi strategis, berada tepat di pinggir Jalan Ahmad Yani, Palabuhanratu, Sukabumi. Bagian atas lahan itu berdiri bangunan lengkap dengan tembok dan gerbang masuk bercat biru.

"Tahun 2012 lahan saya disewa oleh Rendy, perjanjian selama 5 tahun dengan nilai sewa Rp 5 juta jadi total selama lima tahun Rp 25 juta perjanjian lengkap di depan notaris," kata Hoerudin, pelapor kasus mafia tanah kepada detikcom, Jumat (7/1/2022).

Soal bangunan, Hoerudin mengatakan hal itu tertuang dalam perjanjian. Lahan dan bangunan itu menjadi miliknya setelah masa kontrak habis. Namun apa daya, bukannya sesuai perjanjian, lahan itu tiba-tiba berubah kepemilikan.

"Tiba-tiba lahan itu sudah bersertifikat. Saya bingung karena posisi lahan itu saya beli dari penggarap. Kemudian saya urus Surat Pengalihan Hak (SPH) ke PT AJA, perusahaan perkebunan di lokasi ini. Tapi, tiba-tiba sudah jadi sertifikat, kan ini aneh dari mana dasar atau alas pembuatan sertifikat itu?" tutur Hoerudin.