ADVERTISEMENT

Kelakar Edy Merasa Konyol Jadi Gubsu: Sarjana Perang, Diajak Bicara Ekonomi

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 13:59 WIB
Edy Rahmayadi di UISU (Arfah-detikcom)
Edy Rahmayadi di UISU (Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku merasa konyol dirinya menjadi gubernur di zaman sekarang. Dia mengatakan dirinya punya ilmu perang, namun diajak membahas ekonomi.

Hal itu disampaikan Edy saat bicara dalam Milad UISU ke-70 di kampus UISU, Medan. Edy awalnya berbicara soal pertumbuhan penduduk.

"Saat itu, 1700-1800 penduduk dunia itu hanya 1 miliar. Berubah menjadi 123 tahun dia bertambah 1 miliar. Terus dengan 33 tahun dia sudah bertambah 2 miliar. Total jumlah penduduk kita sekitar 7 miliar," ucap Edy dalam sambutannya, Jumat (7/1/2022).

Edy mengatakan pertumbuhan penduduk saat ini sangat cepat. Wilayah di Asia menjadi daerah dengan penduduk yang paling banyak penduduknya saat ini.

"Jumlah penduduk Indonesia 277.498.463 pada 7 November 2021," ujarnya.

Dia mengatakan ada ketimpangan jumlah penduduk di desa dan di kota. Jumlah penduduk di kota, katanya, jauh lebih banyak daripada penduduk di desa.

Edy kemudian bicara soal jumlah kelahiran penduduk di Indonesia. Edy mengatakan jumlah kelahiran di Indonesia dalam setahun sama dengan jumlah seluruh penduduk Singapura.

"Indonesia ini satu tahun melahirkan anak, itu sama dengan satu negara Singapura. Jadi satu tahun membentuk negara, satu tahun membentuk negara, itulah Indonesia," ucap Edy.

Edy mengatakan pertumbuhan penduduk yang cepat ini harus dibekali dengan pendidikan yang memadai. Dia mengaku ingin membuat anak-anak bisa belajar dengan baik agar tidak perlu menjadi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

"Yang sayangnya tidak kita bekali, sehingga jadi TKI, jadi pembantu rumah tangga. Ini yang saya ingin ubah, Saudara-saudara," tuturnya.

Edy menyebut pendidikan menjadi hal yang penting untuk membangun sumber daya manusia. Dia kemudian bercerita dirinya merasa konyol saat menjadi gubernur di zaman sekarang.

"Sebenarnya konyol saya ini jadi gubernur dengan ilmu yang seperti ini zaman sekarang ini. Saya beberapa kali datang tamu dari luar negeri, dubes, bicaranya makro. Saya bingung itu," sebutnya.

Edy mengatakan dirinya belajar sendiri soal ekonomi dan urusan pemerintahan. Dia mengaku memiliki ilmu perang, namun kini diajak membahas ekonomi.

"Otodidak. Ilmu saya ilmu perang, saya sarjana perang. Diajak bicara tentang ekonomi," jelas Edy.

Edy Rahmayadi bertanya apa yang bisa dia bantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus UISU. Edy mengatakan lulusan UISU akan dibutuhkan dalam membangun Sumut.

"Gubernur ke depan memerlukan lulusan ini. Saya ingin anak-anak saya jago. Saya ingin yang menjadi gubernur ke depan jago," tuturnya.

(afb/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT