Pelatih Biliar Dijewer Gubsu Berlanjut ke Polisi, Ini 5 Kabar Terbarunya

ADVERTISEMENT

Pelatih Biliar Dijewer Gubsu Berlanjut ke Polisi, Ini 5 Kabar Terbarunya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 17:40 WIB
Pelatih biliar dijewer oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Dia dijewer dan diusir saat acara pemberian tali asih pada Senin (27/12) lalu.
Pelatih Biliar Dijewer Gubsu, Ini 5 Kabar Terbarunya (Ahmad Arfah/detikcom)
Jakarta -

Pelatih biliar dijewer oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Dia dijewer dan diusir saat acara pemberian tali asih pada Senin (27/12) lalu. Aksi yang dilakukan Edy pun terekam video dan tersebar luas di social media.

Pelatih biliar yang dijewer itu bernama Khoirudin Aritonang alias Choki. Dia dijewer Gubsu karena tidak memberikan tepuk tangan saat Edy memberikan motivasi pada acara tersebut.

Persoalan itu pun terus berlanjut. Bahkan kepolisian juga turun tangan guna menyelesaikan kasus pelatih biliar dijewer Gubsu.

Lantas seperti apa fakta pelatih biliar dijewer oleh Gubsu? Bagaimana pula kabar terbarunya? Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Pelatih Biliar Dijewer Gubsu, Ini Duduk Perkaranya

Pelatih biliar dijewer Gubsu saat acara pemberian tali asih. Saat itu, Gubsu tengah menyampaikan motivasi agar atlet mampu membawa kejayaan untuk Provinsi Sumatera Utara.

Gubsu menyatakan, jika Sumut sudah berjaya, atlet bisa mengambil apa pun yang diinginkan. Sontak, pernyataan Gubsu mendapat tepuk tangan yang meriah dari seluruh peserta. Namun dia melihat ada satu orang yang tidak memberikan tepuk tangan. Dia pun langsung memanggil orang tersebut.

"Yang pakai kupluk itu siapa? Yang baju kuning. Kau berdiri. Kenapa kau tak tepuk tangan? Sini, sini," kata Edy seperti dalam rekaman video yang tersebar di social media.

Orang itu pun kemudian dipanggil dan menjawab pertanyaan Gubsu. Di hadapan peserta, dia mengaku seorang pelatih cabang olahraga biliar. Namun Gubsu justru menghakiminya dan mengusir pelatih biliar itu.


"Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini. Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah di sini," kata Edy sambil menjewer pelatih biliar Choki.

Pelatih Biliar Dijewer, Gubsu Berikan Tanggapan

Setelah videonya beredar luas di social media, Gubsu memberikan alasan kenapa pelatih biliar dijewer. Alasannya menjewer pelatih biliar, kata Gubsu, saat acara, dia sempat tertidur.

"Pelatih saya, saya ngumpul begini, dia tidur. Jewer sayang itu," ujar Edy saat ditanya soal aksinya itu.

Pelatih Biliar Dijewer: Choki Lapor Polisi

Choki mengaku malu karena peristiwa tersebut. Pelatih biliar dijewer itu akhirnya membuat laporan ke polisi setelah somasi yang dilayangkan ke Edy. Dia berkeras menuntut permohonan maaf Gubsu.

Akibat kasus pelatih biliar dijewer, Polda Sumut bakal mengundang keduanya. Mereka akan dimintai klarifikasi.

"Jadi betul kemarin ada seseorang yang bernama Khaerudin Aritonang mendatangi SPKT Polda Sumut, dan membuat laporan pengaduan di mana laporan tersebut berupa dugaan tindak pidana UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310, 315," ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan, Selasa (4/1).

Saat ini, kata Hadi, penyidik tengah mendalami laporan yang dilayangkan oleh pelatih biliar dijewer. Dia pun bakal memanggil kedua pihak terkait peristiwa viral itu.


"Saat ini penyidik sedang mempelajari serta mendalami terkait dengan laporan tersebut. Tentu penyidik akan memanggil atau mengundang pihak-pihak yang terkait untuk dimintai klarifikasi dan keterangan lebih lanjut," sebut Hadi.

Pelatih Biliar Dijewer Diduga Ditunggangi

Pengacara Gubsu Jurniawan Kurnia angkat bicara soal laporan yang dilayangkan Choki. Jurniawan menduga pelatih biliar dijewer dan diusir di depan umum itu 'ditunggangi' orang lain.

"Rekan Pak Edy, itu ditunggangi orang," kata ketua tim pengacara Edy, Junirwan Kurnia, kepada wartawan.

Kendati demikian, dia tidak menyebutkan siapa orang yang 'menunggangi' Choki. Pihak Edy justru heran mengapa Choki melapor ke polisi. Padahal, kata dia, pelatih biliar dijewer itu sudah diberi tali asih.

"Prihatin, kenapa sampai begitu. Dia merasa aneh saja, orang yang dibina dia, mendapat kontribusi setiap bulan, dapat tali asih, kok seperti itu," tuturnya.

Pelatih biliar dijewer Gubsu mendapat bonus Rp 100 juta. Simak halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT