Booster Vaksin Covid-19 Dimulai 12 Januari, Ini Serba-serbi Infonya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 13:17 WIB
Booster Vaksin Covid-19 Dimulai 12 Januari, Ini Serba-serbi Infonya
Booster Vaksin Covid-19 Dimulai 12 Januari, Ini Serba-serbi Infonya - ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Booster vaksin Covid-19 dimulai 12 Januari 2022 mendatang. Hal itu merupakan rencana pemerintah untuk mencapai target 70 persen populasi dunia yang sudah tervaksinasi di pertengahan tahun 2022.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait serba-serbi booster vaksin Covid-19 yang dimulai pada 12 Januari nanti, mari ketahui informasinya berikut ini.

Booster Vaksin Covid-19 Dimulai 12 Januari: Sasaran

Dalam jumpa pers Senin (3/1) lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan sasaran vaksin booster hanya untuk orang dewasa. Mereka pun harus memenuhi syarat tertentu agar bisa menerima vaksin booster.

Berikut syarat bagi orang dewasa yang hendak mendapatkan vaksin booster:

  1. Berusia di atas 18 tahun
  2. Sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, dengan jangka waktu lebih dari 6 bulan
  3. Berada di kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria vaksinasi, yaitu:
    - 70 persen vaksinasi pertama
    - 60 persen vaksinasi kedua

Budi menyebutkan, terdapat 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria vaksin booster. Mengacu data Januari, kata Budi, tercatat ada 21 juta penduduk yang sudah masuk kategori penerima vaksin booster.

Senada dengan Menkes Budi, Jubir Satgas COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito juga menegaskan untuk setiap daerah agar mengejar target vaksinasi untuk dapat memenuhi syarat mendapatkan vaksin booster.

"Bagi daerah yang belum memenuhi kriteria tersebut untuk dapat mengejar target vaksinasinya," Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Kamis (6/1/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Booster Vaksin Covid-19 Dimulai 12 Januari: Tak Ada KIPI Berat

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, berdasarkan hasil uji klinis, vaksin booster tidak mengandung Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bergejala berat. Artinya, penerima vaksin booster tidak akan merasakan efek KIPI.

"Sejauh ini telah dilakukan uji klinis pemberian booster vaksin dan ditemukan tidak ada indikasi KIPI berat pada subjek penelitian," jelas Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Selasa (4/1/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Booster Vaksin Covid-19 Dimulai 12 Januari: Jenis Vaksin yang Diberikan

Diketahui, program vaksinasi booster ini sesuai dengan target World Health Organization (WHO) pada trimester pertama tahun 2022. Menkes Budi menjelaskan bahwa pihaknya belum memutuskan terkait jenis vaksin booster yang akan diberikan. Pihak Kemenkes masih menunggu rekomendasi ITAGI dan BPOM.

"Dan jenis booster-nya nanti akan kita tentukan, ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog, jenis vaksinnya berbeda. Ya mudah-mudahan nanti akan segera bisa diputuskan tanggal 10 sudah keluar rekomendasi ITAGI dan BPOM," kata Budi.

Informasi lainnya soal booster vaksin Covid-19 dimulai 12 Januari 2022 dapat dilihat di halaman selanjutnya.