Kasus Aktif COVID di DKI 1.170, 908 di Antaranya Perjalanan dari Luar Negeri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 11:56 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mencatat terjadi peningkatan signifikan jumlah kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan jumlah kasus aktif di Jakarta tembus 1.170 orang, yang mayoritas merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

"Perlu digarisbawahi bahwa 908 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," kata Dwi dalam keterangannya, Jumat (7/1/2022).

Sedangkan angka kasus positif Omicron di Jakarta sebanyak 251 orang dengan rincian 239 orang atau 95 persen di antaranya pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan 12 lainnya atau 4,8 persen berasal dari transmisi lokal.

Merujuk data COVID-19 per Kamis (5/1), jumlah tambahan kasus positif harian di Jakarta sebanyak 267 orang. Dwi juga menambahkan mayoritas kasus harian COVID hari ini memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

"Sedangkan kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 267 orang, sehingga total 866.331 kasus, yang mana 220 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," jelasnya.

Dari jumlah total kasus positif total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 851.572 dengan tingkat kesembuhan 98,3 persen dan 13.589 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,4 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen.

Sebagaimana diketahui, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan ada kenaikan kasus mingguan Corona secara nasional. Kenaikan itu tak terlepas dari kondisi COVID-19 di dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Kepulauan Riau (Kepri).

"Perlu menjadi perhatian bahwa ternyata pada satu minggu terakhir terdapat kenaikan kasus nasional dari 1.215 menjadi 1.409 kasus mingguan. Hal ini dikontribusikan oleh dua provinsi yang telah mengalami kenaikan kasus mingguan selama empat minggu berturut-turut. Provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau," kata Wiku dalam siaran YouTube BNPB seperti dilihat, Selasa (4/1/2022).

Wiku menuturkan kenaikan cukup tajam terjadi di Kepulauan Riau, yang semula hanya dua kasus kini mencapai ratusan kasus. Sedangkan untuk DKI Jakarta, kasus COVID-19 saat ini sudah mencapai 500 lebih.

Wiku menyampaikan kenaikan kasus di DKI dan Kepulauan Riau terjadi selama empat minggu berturut-turut di tengah penurunan kasus di provinsi lain. Wiku menyebut hal tersebut sebagai sebuah alarm yang perlu ditindaklanjuti.

"Kenaikan kasus 4 minggu berturut-turut di saat kasus di provinsi lain mengalami penurunan serta kasus positif yang rendah menunjukkan alarm yang perlu untuk segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Wiku meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad segera mengambil tindakan. Dia juga meminta para gubernur mengecek dan memastikan posko COVID-19 di setiap desa dan kelurahan sudah berfungsi.

"Kepada Gubernur DKI Jakarta dan Kepulauan Riau untuk menindaklanjuti hal ini segera dalam dua minggu ke depan. Mohon pastikan Satgas posko di fasilitas umum dan tingkat Desa atau Kelurahan telah dibentuk dan berfungsi seluruhnya agar pengawasan prokes dapat dilakukan maksimal," ucapnya.

Simak video 'WHO: Berpikir Omicron Adalah Penyakit Ringan' Itu Berbahaya!':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)