detik's Advocate

Suami Marah dan Teriak Talak Lalu Diralat, Apakah Kami Sudah Bercerai?

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 09:52 WIB
Judge hitting mallet by broken paper heart with rings and justice scale on wooden table
Ilustrasi Perceraian (Foto: iStock)
Jakarta -

Dalam suasana amarah, kadang kata-kata tidak terkendali. Salah satunya suami ada yang khilaf teriak menalak istrinya. Tapi bisakah diralat saat itu juga?

Salah satunya dialami pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut kisah lengkapnya:

Halo detikcom

Perkenalkan, saya Silvi di Sulawesi Selatan

Kami sudah menikah pada 2019 secara Islam. Akhir Desember 2021, saya dan suami terjadi pertengkaran. Tiba-tiba suami marah dan teriak "Saya talak kamu!!!" hingga tiga kali.

Saya kaget dan menanyakan lagi, "Apakah kamu serius?'

Suami saya tiba-tiba kaget. Dan bilang, "Nggak jadi. Saya khilaf."

Dari rangkaian di atas, apakah kami sudah bercerai?

Terimakasih

Wasalam

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaannya. Semoga rumah tangga Silvi segera rukun kembali.

Pengaturan permasalahan perkawinan dan perceraian di Indonesia diatur oleh:

1. UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
2. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1975 Tentang Perkawinan sebagai Peraturan Pelaksanaannya.
3. Peraturan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (KHI).


Yang dimaksud tentang talak itu sendiri menurut Pasal 117 KHI adalah ikrar suami di hadapan Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan. Pasal 129 KHI berbunyi:

Seorang suami yang akan menjatuhkan talak kepada istrinya mengajukan permohonan baik lisan maupun tertulis kepada Pengadilan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri disertai dengan alasan serta meminta agar diadakan sidang untuk keperluan itu.

Talak yang diakui secara hukum negara adalah yang dilakukan atau diucapkan oleh suami di muka Pengadilan Agama. Jika talak diucapkan suami di luar Pengadilan Agama, hanya sah menurut hukum agama saja, tetapi tidak sah menurut hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Akibat dari talak yang dilakukan di luar pengadilan adalah ikatan perkawinan antara suami-istri tersebut belum putus secara hukum negara.

Bagaimana pembahasan terkait talak tersebut dikaitkan dengan hukum Islam? Selengkapnya di halaman berikutnya.