Bertambah, Tersangka Bentrokan Maut di Kendari Jadi 16 Orang

Antara News - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 04:16 WIB
Tahanan tersngaka di borgol. rachman Haryanto/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi tersangka kriminal (Foto: rachman Haryanto)
Jakarta -

Tersangka dalam bentrokan maut di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini bertambah. Hingga kini, Polda Sultra total telah menetapkan 16 orang tersangka terkait bentrokan dua kelompok yang terjadi pada 16 Desember 2021 di kawasan Teluk Kendari.

Dirkrimum Polda Sultra Kombes Bambang Wijanarko mengatakan ke-16 tersangka dikelompokkan ke dalam tiga kasus. Yakni kasus tindak pidana penghasutan, tindak pidana penganiayaan, dan tindak pidana perusakan dan pembakaran.

"Dari 16 orang tersangka, 11 orang yang sudah kami tahan, lima orang di antaranya masih dalam pencarian," kata Bambang dilansir Antara, Jumat (7/1/2021).

Bambang mengatakan dalam tindak pidana penghasutan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 19 orang saksi. Tersangka penghasutan dalam kasus ini berjumlah 10 orang.

"Sudah dilakukan penahanan terhadap enam orang tersangka inisial AB, AP, AGS, KH, SA, AR. Untuk empat orang tersangka lainnya masih dalam tahap pencarian," ucapnya.

Kedua, dalam tindak pidana penganiayaan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi. "Pada TKP penganiayaan di Simpang Pohon Beringin telah ditahan satu orang inisial EF, sedangkan satu orang lagi tersangka masih dalam pencarian dan telah diterbitkan DPO," ujarnya.

Sedangkan, dalam tindak pidana penganiayaan telah menetapkan dua tersangka yakni ID dan AH. Kedunya diduga membunuh sopir angkot bernama Agustinus (23), saat bentrokan maut itu terjadi. Keduanya ditangkap di Pulau Laonti, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra.

Ketiga, tindak pidana pengrusakan dan pembakaran, polisi telah memeriksa 18 orang saksi dan menetapkan dua orang tersangka. "Untuk tindak pidana pengrusakan dan pembakaran mobil angkot di Simpang Empat Wua-wua, telah dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap dua orang tersangka inisial AG dan FAH," imbuhnya.

Bambang berjanji polisi akan bekerja secara profesional menangani kasus bentrokan antarkelompok masyarakat ini. Pihaknya akan menegakkan hukum tanpa memandang latar belakang para pelaku.

Sebelumnya, pada 16 Desember 2021 terjadi bentrok antarkelompok di kawasan Teluk Kendari. Belasan dari kedua kelompok mengalami luka-luka hingga banyak yang dilarikan ke rumah sakit.

Akibat bentrok ini pula sopir angkot, Agustinus (23), yang saat itu mengantar penumpang menjadi korban dari kejadian tersebut. Saat itu, kepolisian dibantu TNI mengamankan lokasi bentrok.

Simak video 'Melihat Suasana Pascabentrok Maut Kelompok Pemuda di Kendari':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)