Rahmat Effendi Juga Tarik Pungutan Jabatan di Pemkot Bekasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 18:25 WIB
Proses pelantikan 1.271 pegawai KPK jadi ASN curi perhatian publik. Ketua KPK Firli Bahuri pun angkat suara terkait proses pelantikan para pegawai KPK tersebut.
Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE) ditetapkan KPK sebagai tersangka pengadaan dan jual beli jabatan. Rahmat Effendi juga menarik pungutan ke sejumlah pegawai.

"Tersangka RE juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai pada pemerintahan Kota Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya di Pemerintah Kota Bekasi," ujar Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Kamis (6/1/2022).

Pungutan tersebut diterima langsung oleh Rahmat Effendi. Pungutan itu, jelas Firli, dipergunakan untuk kegiatan operasional Rahmat Effendi.

"Pungutan juga uang tersebut diduga dipergunakan untuk operasional tersangka RE yang dikelola oleh MY (Lurah Katisari) yang pada saat dilakukan tangkap tangan tersisa uang sejumlah Rp 600 juta," jelasnya.

Selain itu, Rahmat Effendi juga menerima sejumlah uang dari proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi.

"Di samping itu juga terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di pemerintahan Kota Bekasi. R diduga menerima sejumlah uang Rp 30 juta dari A (Direktur PT ME) melalui MB (Sekretaris Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi)," lanjut Firli.

Berikut daftar nama ke-14 yang tertangkap OTT Wali Kota Bekasi:

1. RE, Wali Kota Bekasi 2018-2022
2. A, swasta Direktur PT ME
3. NP, makelar tanah
4. BK, staf sekaligus ajudan RE
5. MB, Sekretaris Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi
6. HR, Kasubbag TU Sekretaris Daerah Kota Bekasi
7. SY, Direktur PT KBR dan PT HS
8. HD, Direktur PT KBR dan PT HS
9. MS, Camat Rawa Lumbu
10. JL, Kepala Dinas Kawasan Perumahan/Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi
11. AM, Staf Dinas Perindustrian
12. MY, Lurah Katisari
13. WY, Camat, Jatisampurna
14. LBM, Swasta

Kronologi OTT

Firli menjelaskan bahwa proses OTT Wali Kota Bekasi diawali dengan adanya informasi dari masyarakat. Tim KPK kemudian bergerak mengamankan sejumlah pihak.

"Bermula dari laporan masyarakat atas informasi tentang adanya dugaan penyerahan uang kepada penyelenggara negara," ujar Firli.

Tim KPK pada Rabu (5/1) menuju ke lokasi di Bekasi. Tim KPK mendapatkan info jika sejumlah uang akan diserahkan oleh Sekretaris Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi kepada Rahmat Effendi.

"Tim KPK melakukan pengintaian dan diketahui jika MB telah masuk ke rumah dinas dengan membawa sejumlah uang dan juga telah diserahkan ke RE," ujar imbuh Firli.

Simak Video 'Walkot Pepen 'Main' Jual Beli Jabatan, Wawalkot Bekasi: Nggak Tahu!':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/fjp)