Omicron Meluas di DKI, DPRD: Perketat Karantina dan Syarat ke Luar Negeri

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 15:59 WIB
Covid Singapura melaporkan kasus terbaru per Minggu (2/1/) siang waktu setempat. Kasus varian Corona Omicron juga termasuk di dalamnya.
Foto Ilustrasi Omicron (BBC Magazine)
Jakarta -

Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono meminta syarat perjalanan ke luar negeri diperketat untuk mencegah meluasnya penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron.

"Perketat persyaratannya (ke luar negeri) atau kalau tidak bisa dilakukan, saat karantina harus double pengetatan," kata Mujiyono kepada detikcom, Kamis (6/1/2022).

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta melaporkan adanya peningkatan jumlah kasus harian COVID-19. Sebanyak 81% di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

"Artinya, orang-orang yang karantina dari luar negeri belum maksimal pengawasannya. Harus berkaca pada pandemi yang sekian tahun bikin porak-poranda tatanan kehidupan kitalah," ujarnya.

Mujiyono menyarankan diberlakukan kategori orang yang diizinkan melakukan perjalanan ke luar negeri. Contohnya, orang yang memiliki kepentingan untuk berobat.

"Kalau nggak benar urgent, nggak usahlah (ke luar negeri). Jadi kategori yang boleh ke luar negeri, benar-benar diperketat. Misalnya untuk keperluan berobat dan lainnya. Kalau hal yang kiranya jalan-jalan, janganlah," sambungnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan ada penambahan 90 kasus Omicron pada Selasa, (5/1). Sebelumnya, pada Senin (3/1), kasus Omicron di Jakarta dilaporkan sebanyak 162 orang. Seluruh pasien menjalani perawatan di Wisma Atlet Kemayoran dan RSPI Sulianti Saroso.

"Jadi sekali lagi kami ingatkan hati-hati, semua warga hati-hati yang bepergian, terutama yang ke luar negeri. Jadi yang masih di luar negeri mohon menjadi perhatian. Jangan sampai di sana lepas masker, tidak melaksanakan prokes di luar negeri, tahu-tahu nanti di sana kena Omicron, kemudian masuk Jakarta membawa Omicron," ungkap Riza.

(aud/aud)