Ahok Dilaporkan Lagi, Begini Pernyataan-pernyataan KPK soal Sumber Waras

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 13:46 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Urusan pembelian lahan RS Sumber Waras lagi-lagi menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. KPK di masa kepemimpinan Agus Rahardjo pernah menyebut tidak ada perbuatan melawan hukum dalam kasus itu, tetapi kemudian disebutkan ada fakta baru.

Semua bermula pada pertengahan 2015 ketika Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK menyerahkan Laporan Keuangan Pemprov DKI tahun 2014. BPK menemukan adanya pelanggaran dalam pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras karena tidak melalui proses yang memadai. Pemprov DKI pun diminta membatalkan transaksi pembelian lahan seluas 36.410 meter persegi itu dengan Yayasan Kesehatan Sumber Waras.

BPK melakukan dua kali pemeriksaan untuk pembelian lahan RS Sumber Waras tersebut, yakni pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 dan pemeriksaan investigatif terkait dengan pengadaan tanah Rumah Sakit Sumber Waras. Lalu pada 6 Agustus 2015 BPK menerima permintaan dari KPK untuk menggelar pemeriksaan investigatif pengadaan lahan RS Sumber Waras.

Selama empat bulan lamanya BPK menginvestigasi kasus tersebut dan hasilnya diserahkan ke KPK pada 7 Desember 2015. Hasilnya sama dengan dua audit sebelumnya: BPK kembali menemukan adanya penyimpangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

BPK setidaknya menemukan enam penyimpangan dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Bahkan penyimpangan sudah terjadi dari tingkat perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan, pembentukan harga, transaksi dan penyerahan hasil.

Ahok Diperiksa

Setelah menerima hasil audit investigasi dari BPK, KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta pada 20 Agustus 2015. Tak kurang 30 saksi diperiksa oleh KPK untuk mengusut kasus ini.

Dari 30 saksi ini di antaranya berasal dari pihak Rumah Sakit Sumber Waras dan pihak Pemprov DKI. Ahok yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta turut dimintai keterangan oleh KPK. Bahkan Ahok diperiksa sampai 12 jam dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.30 WIB pada Selasa, 12 April 2016.

Ahok mengaku diperiksa oleh 12 penyidik. Setelah diperiksa KPK, Ahok menyebut ada satu pertanyaan penyidik yang membuatnya heran. Apa itu?

"Pertanyaannya sederhana, bukan bocorin BAP ya. Dia tanya, 'Bapak pernah nggak terpikir, Bapak kan mau beli NJOP, itu harga terendah urusan negara. Bapak berhak menentukan NJOP. Kenapa Bapak tidak memperlambat (menunda) NJOP? Supaya bisa beli barang yang murah.' Bagus to pertanyaannya," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota Jakarta Rabu, 13 April 2016.

KPK Pernah Bilang Kasus Sumber Waras Tuntas

Waktu bergulir hingga pada 14 Juni 2016 Agus Rahardjo, yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPK, menyebut tidak ada perbuatan melawan hukum terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. Agus pun menyandingkan temuan para penyidik KPK dengan pendapat para ahli yang diminta KPK untuk menelaah kasus ini.

"Penyidik kami tidak menerima dan tidak menemukan perbuatan melawan hukumnya (soal kasus pembelian lahan Sumber Waras), penyidik kami lho ya," ujar Ketua KPK Agus Raharjo di sela-sela rapat dengan Komisi III di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

"Kalau tidak perbuatan melawan hukumnya kan (berarti kasusnya) selesai," sambung dia.

"Ahli menyebutkan NJOP (nilai jual objek pajak) kan harganya paling baru. Kalau Sumber Waras kita khusus berkoordinasi dengan ahli UGM," imbuhnya.

Temuan Baru di Kasus Sumber Waras

Namun pada akhir tahun Agus mengaku mendapatkan undangan pertemuan dengan BPK. Pertemuan, menurut Agus, berkaitan dengan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Saya dapat info soal fakta baru kasus Sumber Waras, BPK mau ketemu KPK," kata Agus di sela acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).

Agus membeberkan sedikit tentang agenda pertemuan tersebut. Dia menyebut kemungkinan ada bukti baru mengenai perkara tersebut yang ingin disampaikan BPK kepada KPK.

"Kelihatannya ada bukti baru mengenai Sumber Waras," kata Agus.

Dia memastikan KPK belum menghentikan kasus tersebut. Kasus Sumber Waras saat ini masih dalam tahap penyelidikan di KPK.

"Karena kan KPK memang belum pernah menghentikan kasus Sumber Waras ini, penyelidikan lho ya, penyelidikan kasus Sumber Waras," ucapnya.

Setelahnya, KPK menyebut kasus ini masih berlanjut. Cek halaman selanjutnya.

Simak Video: Adhie Massardi Laporkan Ahok ke KPK!

[Gambas:Video 20detik]