Warga Keluhkan Polusi Asap Genset, Pemprov DKI Bakal Panggil Mal Kokas

Antara News - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 11:10 WIB
Self-sewn mouth-nose masks against corona viruses hang on the clothesline to dry.
Ilustrasi masker (Foto: Getty Images/iStockphoto/Rike_)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti laporan warga Kelurahan Menteng Atas terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan berupa polusi dari asap genset Mal Kota Kasablanka (Kokas). Polusi asap itu disebut sudah terjadi sejak Oktober 2021.

"Polusi asap itu sudah ada sejak Oktober, tapi dirasakan warga cukup mengganggu warga pada November 2021," kata Ketua RT 04 Kelurahan Menteng Atas, Djoko Pandurat, seperti dilansir dari Antara pada Kamis (6/1/2022).

Menurut Joko, polusi asap itu keluar dari genset mengepul di atas permukiman warga setiap dua hari, sekitar pukul 16.00 WIB.

"Saya melaporkan adanya polusi asap itu ke RW pada November lalu, yang ditindaklanjuti ke kelurahan. Sampai sekarang genset itu tidak dihidupkan lagi," katanya.

Joko menjelaskan polusi asap itu mengenai enam rumah warga dan beberapa warung yang berlokasi tepat di belakang Mal Kota Kasablanka.

"Pada November lalu kalau asal keluar udaranya, jadi tertutup asap, sampai seperti di-fogging," katanya.

Polusi Diduga Terjadi Saat Pemanasan Genset

Camat Tebet, Jakarta Selatan, Dyan Airlangga menyatakan polusi asap di Kelurahan Menteng Atas yang diduga dari asap genset Mal Kota Kasablanka muncul saat genset tersebut dipanaskan secara berkala.

"Informasinya, genset dipanaskan dua kali dalam seminggu. Ketika memanaskan genset itu, muncul asap," kata Dyan Airlangga.

Dyah mengatakan laporan pengaduan soal polusi asap itu disampaikan oleh warga Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, tapi gensetnya berada di Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet.

"Kami sedang mengumpulkan data laporan warga, laporannya seperti apa. Nanti baru kita cek ke lapangan. Setelah pengecekan lapangan, berikutnya kita memanggil pengelola mal. Kemudian nantinya ada arahan dari dinas terkait," ujarnya.

Pemkot Jaksel Tindak Lanjuti

Atas aduan itu, Pemkot Jakarta Selatan pun turun tangan. Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Kota Jakarta Selatan Imam Bahri mengatakan pihaknya sudah menghimpun aduan masyarakat tersebut guna mengetahui persoalan di lapangan.

"Kita coba inventarisasi dulu kira-kira permasalahannya apa. Nanti SPKD yang terkait dengan pencemaran nanti adanya di mana, tadi disebut," katanya saat diintai konfirmasi di Jakarta, Selasa malam.

Dia mengatakan pihaknya mendapat laporan dari kelurahan setempat mengenai adanya asap yang kemungkinan besar diduga berasal dari genset Mal Kota Kasablanka. Namun dia belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab pencemaran udara di wilayah itu.

"Kita kan belum konfirmasi, tapi keluhan berapa banyak orang yang terkena ISPA, kemudian ada hal lain saya belum ada datanya," katanya.

Lihat juga video 'WHO: Paparan Polutan Udara dengan Tingkat Sangat Rendah Pun Berbahaya':

[Gambas:Video 20detik]



Pihak Mal Kokas akan dipanggil. Simak di halaman selanjutnya.