Pemuda Muhammadiyah ke Ferdinand Hutahaean: Mulut Jangan Mendahului Akal

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 11:09 WIB
Sunanto Ketum PP Muhammadiyah
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Cuitan 'Allahmu ternyata lemah' bikin Ferdinand Hutahaean berurusan dengan kepolisian. Ada dua laporan polisi atas Ferdinand Hutahaean. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai sudah sepantasnya Ferdinand dilaporkan ke polisi.

"Beredar cuitan Ferdinand Hutahaean yang bernada kebencian dan menghina batin masyarakat Indonesia, khususnya bagi muslim. Wajar saja hal ini mengundang kontroversi sekaligus kemarahan publik," kata sosok yang akrab disapa Cak Nanto ini kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).

"Maka sudah sepantasnya Ferdinand diadukan ke polisi agar ditindak sesuai prosedur hukum. Bila perlu, kami juga akan turut melaporkan Ferdinand," sambungnya menegaskan.

Cak Nanto mengatakan, meskipun Ferdinand berkilah bahwa cuitannya merupakan dialog imajiner, itu kenyataannya telah merendahkan Tuhan agama lain.

"Menurut saya, bukan hanya memancing kemarahan kami sebagai orang Islam, tetapi saya yakin semua penganut agama mana pun akan terusik dan marah karena penghinaan tersebut," ucapnya.

"Ferdinand stres, down bolehlah, tapa jangan lemah akal. Sebagai 'public figure', harusnya sadar bahwa dia tidak berdiri di ruang kosong. Maka harusnya tangan (mulut) jangan mendahului akalnya. Pernyataan Ferdinand sungguh telah mengoyakkan tatanan harmonisasi kebinekaan yang menjadi spirit dalam berbangsa dan bernegara," sambung Cak Nanto.

Cak Nanto menambahkan kasus yang menjerat Ferdinand Hutahaean ini harus jadi pelajaran bagi siapa pun untuk mengolah rasa tanggung jawab terhadap sesama, khususnya soal toleransi di tengah kemajemukan bangsa.

"Saya berharap polisi dapat bertindak tegas agar tidak menjadi kusut dan berlarut yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujarnya.

Simak video 'Cuitan 'Allahmu Lemah' Ferdinand Hutahaean Berbuntut Panjang':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/fjp)