'Sopan' di Sidang Rachel Vennya-Gaga Muhammad Disorot, Apa Maksud Sebenarnya?

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 18:00 WIB
Gaga Muhammad
Gaga Muhammad (Noel/detikcom)
Jakarta -

Pertimbangan meringankan berupa 'sopan' di sidang Rachel Vennya hingga Gaga Muhammad mendapat sorotan masif di media sosial. Sebenarnya, apa maksudnya jaksa atau hakim memberikan pertimbangan 'meringankan' kala sidang?

Bulan lalu, selebgram Rachel Vennya divonis 4 bulan penjara dengan masa percobaan 8 bulan serta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan usai melanggar aturan karantina sepulang dari Amerika Serikat. Kala itu, hakim mengatakan pertimbangan meringankan adalah mengakui perbuatan hingga berlaku sopan di sidang. Sementara itu, pertimbangan memberatkan adalah karena Rachel Vennya merupakan public figure.

Kala itu, pertimbangan meringankan berupa sikap sopan ramai disorot hingga muncul anggapan ketika berlaku sopan maka bisa tak ditahan. Kini, pertimbangan meringankan 'sopan' ramai lagi sorotan setelah muncul di sidang Gaga Muhammad.

Gaga Muhammad dituntut 4,5 tahun penjara dalam sidang kasus kecelakaan yang mengakibatkan Laura Anna lumpuh. Salah satu pertimbangan meringankan yang dipakai jaksa adalah Gaga Muhammad yang sopan di sidang dan masih muda sementara pertimbangan memberatkan ialah telah mengakibatkan kelumpuhan pada Laura yang berakibat pada produktivitas meninggalkan trauma terhadap terdakwa, mengendarai kendaraan dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol.

Pertimbangan 'sopan' ini kemudian ramai dipertanyakan di media sosial. Untuk sama-sama memahami proses di sidang dan apa dasar jaksa maupun hakim memberikan pertimbangan meringankan-memberatkan, mari simak penjelasannya.

Ini Alasan Jaksa Memberi Pertimbangan Memberatkan-Meringankan

Komisi Kejaksaan (Komjak) menjelaskan pertimbangan meringankan yang dimaksud 'sopan' tersebut. Menurutnya, pertimbangan 'sopan' itu merupakan penilaian jaksa atas sikap terdakwa di dalam persidangan, apakah berlaku kooperatif atau mempersulit keterangannya.

"Ya ini kan sebagai bagian dari proses yang berjalan di pengadilan yang menjadi bagian penting dari cerminan sikap terdakwa yang menjadi pertimbangan JPU dalam mengajukan tuntutan maupun Hakim dalam putusan," kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak, Rabu (5/1/20222).

Adapun yang dimaksud sikap sopan, menurut Barita bisa jadi jaksa penuntut umum menilai terdakwa menunjukkan sikap koperatif sehingga proses persidangan menjadi lancar, tidak rumit dan tidak bertele-tele sehingga asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan dapat dipenuhi.

"Sikap sopan terdakwa juga bisa menunjukkan wibawa peradilan sehingga persidangan berjalan sejuk. Namun tentu saja sikap sopan maupun hal-hal yang meringankan terdakwa ini hanya menjadi pertimbangan yang sedikit mengurangi ancaman hukuman maksimal serta dapat ditangkap mengapa tuntutan tidak sesuai ancaman hukuman maksimal dalam KUHP," ujarnya.

Selengkapnya halaman berikutnya.