Pengungsi Banjir Lhoksukon Keluhkan Penyakit Kulit hingga Sulit Tidur

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 10:22 WIB
Pengungsi banjir Lhoksukon mengeluhkan penyakit kulit hingga sulit tidur
Pengungsi banjir Lhoksukon mengeluhkan penyakit kulit hingga sulit tidur. (Foto: dok. Polda Aceh)
Aceh Utara -

Polda Aceh membuka rumah sakit lapangan untuk melayani pengungsi korban banjir di Aceh Utara. Warga yang datang berobat rata-rata mengeluhkan penyakit kulit hingga susah tidur.

Rumah sakit lapangan dalam rangka bakti sosial kesehatan itu dibikin di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Tutong, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Tim medis gabungan Biddokkes Polda Aceh, nakes BKO Pusdokkes Polri, dan Urkes Polres Aceh Utara dikerahkan ke lokasi.

"Rumah sakit lapangan ini digelar untuk memudahkan korban terdampak banjir mendapat pelayanan kesehatan," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Winardy menyebut, selama rumah sakit dibuka, telah ada 350 pengungsi yang berobat. Keluhan terbanyak pengungsi adalah penyakit kulit, demam, batuk pilek, nyeri lambung, pusing, sakit kepala, dan sulit tidur.

Rencananya rumah sakit itu bakal dibuka hingga beberapa hari ke depan. Polisi akan mengakhiri pengobatan setelah warga meninggalkan tempat pengungsian.

"Kita akan gelar rumah sakit ini sampai lima hari ke depan. Mudah-mudahan banjir cepat surut dan pengungsi bisa kembali ke rumah," ujar Winardy.

Serahkan Bantuan

Winardy menyebut Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar telah turun ke sejumlah lokasi banjir di Aceh untuk menyerahkan bantuan. Haydar menyalurkan bantuan beras serta sembako ke masyarakat terdampak banjir.

Haydar disebut mengunjungi tiga posko pengungsian di Aceh Utara, yakni Desa Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas, dapur umum Polres Aceh Utara di Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon, dan posko penanganan banjir Satlantas di Cot Girek, Kecamatan Lhoksukon. Di sana Haydar menyerahkan bantuan berupa 1.000 sak beras, telur, minyak goreng, dan makanan lainnya.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polda Aceh untuk masyarakat yang sedang ditimpa musibah banjir," jelas Haydar.

Sementara itu, untuk pengungsi di Aceh Timur, Haydar menyalurkan bantuan beras sebanyak 1.000 karung, mi instan 200 kardus, telur, dan minyak goreng. Bantuan diserahkan lewat Wadansat Brimob AKBP Beridiansyah.

"Personel Brimob dan Samapta sudah diturunkan ke lapangan. Ada yang membantu mengevakuasi dan ada yang mendirikan dapur lapangan untuk menyiapkan stok makanan," sebut Winardy.

(agse/mud)