Pilu Banjir di Serambi Mekah Renggut Nyawa Bocah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 20:37 WIB
Warga mengangkut pakaian yang terendam banjir ke depan rumah di Desa Meunasah Nga, Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Selasa (4/1/2022). Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan banjir masih melanda 14 Kecamatan dan jumlah pengungsi terdampak bertambah dari 6.633 Kepala Keluarga (KK) atau 24.332 jiwa menjadi 9.766 KK atau 32.854 jiwa. ANTARA FOTO/Rahmad/tom.
Kondisi banjir di Aceh Utara (Foto: ANTARA FOTO/RAHMAD)
Jakarta -

Nasib pilu menimpa empat anak di Aceh. Mereka meninggal dunia usai menjadi korban banjir yang melanda empat kabupaten/kota di Serambi Mekah.

Banjir diketahui menerjang Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Utara sejak empat hari lalu. Empat anak yang meninggal karena terseret arus banjir ada di dua daerah, yaitu Aceh Timur dan Aceh Utara.

Banjir di Kabupaten Aceh Timur telah merendam 17 kecamatan. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir yang perlahan mulai surut itu telah merenggut nyawa dua orang anak, yakni Muhammad Piki Rehan (13) warga Desa Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak, dan Fajri (8) warga Dusun Peutuah, Desa Seuneubok Buya, Kecamatan Idi Tunong.

Sedangkan di Aceh Utara, banjir merendam 15 kecamatan dengan jumlah pengungsi mencapai 41 ribu orang. Banjir di sana juga menyebabkan dua anak meninggal, yaitu Andika (11) asal Desa Meuria, Kecamatan Matang Kuli, dan M Rafa Alfarisi (6,5) asal Desa Beringin, Kecamatan Samudera.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Murzani menyebutkan, banjir di Aceh Utara terjadi setelah daerah tersebut diguyur hujan sejak Kamis (30/12/2021). Hujan menyebabkan air sungai Krueng Peutoe, Sungai Krueng Keureuto dan Sungai Krueng Pirak meluap dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai.

Akibat jebolnya tanggul, katanya, menyebabkan terendamnya pemukiman penduduk seputar aliran sungai Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon dengan ketinggian air antara 10 sentimeter sampai dengan 50 sentimeter.

Selain itu, beberapa kecamatan lainnya terendam banjir genangan. Tak hanya pemukiman warga, banjir juga merendam persawahan dan perkebunan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan status darurat penanganan bencana banjir. Status itu berlaku 14 hari hingga 15 Januari mendatang.

"Saya prihatin dan menaruh rasa kepedulian yang amat besar terhadap bencana ini," kata Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam keterangannya, Selasa (4/1/2022).

Lihat juga video Padang Lawas Diterjang Bandang, Tumpukan Gelondongan Kayu Berserakan!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: