Dokter Poliklinik DPR Harus Terus Berjaga
Kamis, 04 Mei 2006 19:27 WIB
Jakarta - Kritikan terhadap petugas medis di poliklinik DPR terus mengalir. Akibat ketidaksiapan tenaga medis poliklinik, anggota DPR dari Fraksi PBR Andi Jalal Bachtiar menghembuskan nafas terakhir. Padahal fasilitas kesehatan ruang poliklinik DPR cukup memadai."Seharusnya dokter dan perawat terus berjaga-jaga. Jika ada yang sakit. Terutama dokter spesialis. Itu harus ada. Karena kerja anggota DPR itu berat," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Anwar Arifin kepada detikcom di RS Mintohardjo, Benhil, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2006). Menurut Anwar, harus ada perbaikan mekanisme terutama dalam penanganan kesehatan anggota DPR. Karena kejadian seperti ini bukanlah yang pertama. "Almarhum memegang 9 Pansus. Artinya, dia kerja cukup berat dan aktif. Jadi ini harus segera dibenahi," tegasnya. Anwar menegaskan, petugas medis yang mangkir bertugas hari ini harus diberi sanksi tegas. Sanksi itu juga harus dilihat dari kesalahan yang mereka lakukan. "Sanksinya bisa administratif, bisa juga yang lain. Kita liat dulu," tandasnya.Andi Jalal Bachtiar tiba-tiba ambruk ketika rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR di Senayan baru dimulai 30 menit. Dia terlihat seperti terkena stroke dan langsung jatuh tidak sadarkan diri.Andi pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo dengan menggunakan mobil pribadi anggota DPR. Namun rupanya takdir bicara lain.Menurut rencana, jenazah Andi akan disemayamkan di kediaman AM Fatwa. Rencananya DPR akan melakukan salat ghaib di Masjid DPR pada Jumat 5 Mei pukul 10.00 WIB. Masih belum ada informasi kapan tepatnya jenazah akan dikebumikan.
(ary/)











































