Viral Jalan Rusak Gegara Bekas Proyek Sumur Resapan di Senen Jakpus

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 12:39 WIB
Jalan rusak di Senen, Jakarta Pusat (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jalan rusak di Senen, Jakarta Pusat (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Jalan Kompleks Pendidikan, Salemba, Senen, Jakarta Pusat, viral di media sosial lantaran rusak dan susah dilewati akibat adanya bekas proyek sumur resapan. Lalu bagaimana kondisi jalan tersebut?

Pantauan detikcom di lokasi pukul 11.30 WIB, Selasa (4/1/2022), jalan tersebut terpantau dalam kondisi berantakan. Tampak gundukan tanah bekas proyek sumur resapan dibiarkan berada di tengah jalan.

Selain itu, tampak dahan pohon melintang di tengah jalan hingga menutupi setengah badan jalan. Terlihat pula, sejumlah paving block berserakan di sisi jalan.

Jalan rusak di Senen, Jakarta Pusat (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)Jalan rusak di Senen, Jakarta Pusat (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)

Tampak di sumur resapan tersebut tertulis 'Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi DKI Sumur Resapan Tahun Anggaran 2021'. Kemudian, tertulis pula pelaksana sumur resapan tersebut oleh PT Duta Sarana Perkasa.

Jalan tersebut berada tepat di belakang SMPN 216 Jakarta Pusat di kawasan kompleks pendidikan Salemba. Terpantau sejumlah pemotor melewati jalan tersebut dengan sangat berhati-hati. Sebab, kondisi kontur jalan yang tidak rata dan bergelombang.

Seorang ojek online bernama Fahrul mengeluhkan bekas sisa proyek sumur resapan yang tak kunjung dibereskan. Fahrul menyebut kerap kesusahan kala harus melewati jalan tersebut.

"Saya juga nggak tahu ya ini berapa lama proyeknya. Harusnya sih ada target, sebulan atau dua bulan," kata Fahrul kepada detikcom di lokasi, Selasa (4/1/2021).

Jalan rusak di Senen, Jakarta Pusat (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)Jalan rusak di Senen, Jakarta Pusat (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)

Fahrul terpaksa melewati jalan tersebut lantaran jalan di depan SMPN 216 ramai dilintasi murid saat jam pulang sekolah.

"Kalau buat jalan, kalau sebelah situ nggak bisa ya, susahlah pasti. Tapi kalau sini kosong bisa dua arah, ya nggak papa. Tapi kalau jam bubaran, ya terpaksa lewat sini. Tapi kalau ini kan harus ada target, minimal selesai kapan," ujar Fahrul.

Seorang pemotor lain bernama Nurgaha mengatakan tangannya sempat tersangkut dahan pohon saat melintasi jalan tersebut. Kontur jalan bergelombang, menurut Nurgaha, dapat membahayakan pemotor saat melintas di jalan tersebut.

"Itu saja tangan saya sempat nyangkut. Bahaya mah pasti. Apalagi jalannya sempit kayak gini. Ya kalau bisa dibersihin aja ini yang berserakan tanah-tanah," kata Nugraha.

(rak/isa)