ADVERTISEMENT

Driver Ojol-Staf Kampus Jadi Korban Investasi Bodong Rp 10 M di Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 11:23 WIB
Warga di Makassar tertipu investasi bodong Rp 10 miliar. (Hermawan/detikcom)
Warga di Makassar tertipu investasi bodong Rp 10 miliar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Sebanyak 19 korban investasi bodong tambang digital Rp 10 miliar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bukan hanya berasal dari kalangan pengusaha. Korban juga ada yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol) hingga staf Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Saya pertama kali diajak gabung investasi 2018, diajak sama teman," kata driver ojol Faisal (44) kepada detikcom, Selasa (4/1/2022).

Faisal awalnya diajak bertemu di salah satu hotel di Kota Makassar untuk mengikuti presentasi bisnis tambang digital Algopacks pada 2018.

"Jadi dipresentasikan, saya ikut investasi Bitcoin Algopacks dan saya investasikan Rp 6 juta," ungkap Faisal.

Faisal mengaku tergiur karena dijanjikan keuntungan hingga 300 persen dalam tiga tahun. Namun, setelah tiga tahun, akun koin miliknya malah tak bisa diakses.

"Tapi lama tiga tahun berjalan malah muncul lagi Algo baru dan Algo lama tidak dianggap lagi. Jadi ini kami punya koin dimatikan dan tidak dianggap, harus menyetor ulang lagi kalau mau gabung lagi (di Algopacks baru)," ungkap Faisal.

Akademisi Juga Jadi Korban Investasi Bodong Tambang Digital

Selain Faisal, staf rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) bernama Karaeng Sija (50) juga menjadi korban penipuan investasi bodong. Sija mengaku menyetor Rp 180 juta.

"Saya staf rektorat Unhas," kata Karaeng Sija kepada detikcom.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Kuasa Hukum Curigai Ada Sindikat Investasi Bodong EDCCash

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT